Menu MBG Balita Tubaba Diprotes Warga
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tulangbawang Barat kembali menuai kritik. Kali ini warga mempersoalkan kualitas, porsi, hingga kandungan gizi menu makanan balita yang dinilai tidak layak dan diduga tidak sesuai standar kebutuhan nutrisi anak.
TULANGBAWANG BARAT — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, kembali menjadi sorotan publik.
Setelah sebelumnya ramai dipersoalkan terkait dugaan pencemaran limbah dapur MBG, kini warga mengeluhkan kualitas makanan yang dibagikan kepada anak balita.
Keluhan mencuat usai video menu MBG dari Dapur Kagungan Ratu 2, Kecamatan Tulang Bawang Udik, beredar luas di grup Facebook warga pada Rabu (13/5/2026).
Dalam video tersebut terlihat paket makanan yang dibagikan kepada balita hanya berisi nasi putih, satu iris tempe, telur ceplok, tumis terong, dan satu buah pisang. Menu itu langsung memicu kritik karena dinilai jauh dari ekspektasi program makan bergizi untuk anak usia tumbuh kembang.
Salah satu warga Gunung Katun, Dwi, mengaku kecewa dengan menu yang diterima anaknya. Ia menilai kualitas dan porsi makanan dari program MBG semakin menurun.
“Porsinya semakin irit dan langsing,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Menurutnya, menu tumis terong yang diberikan bahkan terasa pedas dan dianggap tidak cocok dikonsumsi balita.
“Di mana letak gizinya di sayur terong? Kalau untuk anak balita ya pedas. Kalau yang tua mungkin cocok makan asem manis. Apa guna ahli gizi,” keluhnya.
Tak hanya mempersoalkan kandungan gizi, Dwi juga mengungkap pengalaman menerima makanan yang diduga sudah tidak layak konsumsi. Ia menyebut sayur jagung yang diterima anaknya pernah mengeluarkan bau asam.
“Anak saya balita kadang dapat sayur jagung sudah asem. Saya pernah komplain sama kadernya, tapi dijawab ‘terima-terima aja kalau dikasih, kalau mau komplain langsung ke dapurnya’,” katanya.
Keluhan serupa juga datang dari Rosi, warga Kagungan Ratu. Ia membenarkan kedua anak balitanya menerima menu dengan lauk tumis terong dari dapur MBG tersebut.
Rentetan keluhan warga kini semakin memperpanjang daftar evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG di wilayah Tulang Bawang Udik. Sebab sebelumnya, dapur MBG Kagungan Ratu 2 juga sempat mendapat ultimatum dari Satgas MBG dan Dinas Lingkungan Hidup Tubaba terkait dugaan pencemaran limbah cair.
Warga berharap pemerintah daerah, Satgas MBG, hingga pihak pengelola dapur segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas makanan, standar kebersihan, kelayakan konsumsi, serta kandungan gizi menu yang diberikan kepada anak-anak, khususnya balita.
Pasalnya, program yang digadang-gadang untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda itu kini justru menuai pertanyaan serius dari masyarakat.










