Inflasi Lampung Terendah, Harga Tetap Dijaga

Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan pengendalian inflasi harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui harga bahan pokok yang stabil dan terjangkau.

Inflasi Lampung Terendah, Harga Tetap Dijaga
Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dalam rangka evaluasi pelaksanaan langkah konkret pengendalian inflasi daerah di Ruang Sakai Sambayan, Selasa (12/5/2026).

Dalam rapat tersebut, Marindo menyampaikan capaian inflasi Provinsi Lampung saat ini menjadi salah satu yang terendah secara nasional. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tidak boleh terlena dengan capaian statistik semata.

Menurutnya, arahan Gubernur Lampung adalah memastikan masyarakat benar-benar merasakan stabilitas harga melalui keterjangkauan bahan pokok di pasar.

“Keberhasilan pengendalian inflasi tidak hanya diukur dari angka statistik, tetapi bagaimana masyarakat mampu membeli kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” ujar Marindo.

Ia menekankan pengendalian inflasi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga seluruh pemangku kepentingan terkait distribusi dan pengawasan harga pangan.

Marindo juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah memperkuat koordinasi sesuai sektor masing-masing, mulai dari pangan, perkebunan, perdagangan, hingga distribusi barang kebutuhan pokok.

Menurutnya, data menjadi faktor utama dalam pengambilan kebijakan pengendalian inflasi agar intervensi pemerintah dapat dilakukan secara tepat sasaran, baik melalui operasi pasar, kerja sama antardaerah, maupun langkah strategis lainnya.

Berdasarkan data terbaru, inflasi gabungan Provinsi Lampung pada April 2026 secara year on year (yoy) tercatat sebesar 0,53 persen, sementara inflasi tahun kalender mencapai 1,04 persen dan month to month sebesar 0,55 persen.

Capaian tersebut melanjutkan tren positif pengendalian inflasi di Lampung dalam beberapa tahun terakhir. Pada Desember 2025, inflasi Lampung tercatat 1,25 persen atau terendah se-Sumatera dan lebih rendah dibanding inflasi nasional sebesar 2,92 persen.

Meski inflasi masih terkendali, TPID Lampung tetap mewaspadai kenaikan sejumlah komoditas strategis seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, minyak goreng, beras, dan gula pasir.

Dalam kesempatan itu, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Fiskara Indawan, menyampaikan bahwa inflasi pangan masih menjadi tantangan utama hingga akhir tahun.

Menurutnya, Bank Indonesia bersama Pemprov Lampung terus memperkuat Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan serta memetakan daerah surplus dan defisit komoditas agar distribusi pangan berjalan lebih efektif.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, berbagai langkah pengendalian inflasi telah dilakukan, mulai dari operasi pasar, Gerakan Pangan Murah, sidak pasar, pengawasan distribusi pangan, hingga percepatan penyaluran beras SPHP bersama Bulog.

Selain itu, Pemprov Lampung juga memperkuat sektor pertanian melalui pengembangan teknologi pertanian, sistem early warning hortikultura, perbaikan infrastruktur jalan distribusi pangan, hingga kerja sama antardaerah untuk memperkuat ketahanan pangan dan UMKM.

Ke depan, TPID Lampung akan terus memperkuat pengawasan harga dan distribusi pangan, khususnya menghadapi momentum hari besar keagamaan dan perubahan musim yang berpotensi memicu kenaikan harga bahan pokok.