Anthoni Berhasil Pertahankan Disertasi Doktoralnya di FISIP-Unila
Monologis.id - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan ujian promosi Doktor pada Selasa, (31/03/2026). Ujian berlangsung di Aula A FISIP Unila.
Sidang Promosi Doktor dibuka Prof. Dr. Ir. Lusmelia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN, Eng., selaku Rektor Unila sebagai ketua Tim Penguji, Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si., sebagai Sekretaris Penguji, Prof. Dr. Noverman Dudji, M.Si., selaku Promotor, dan Dr. Maulana Mukhlis, S.Sos., M. IP., selaku Co-Promotor.
Selain itu hadir pula Prof. Intan Fitri Meutia, S.A.N., M.A., Ph.D., Prof. Dr. Yulianto, M.Si., Prof. Dr. Bambang Utoyo S, M.Si., Dr. Robi Cahyadi Kurniawan, S.IP., M.A., selaku Penguji Internal, serta Komjen. Pol. Prof. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho, S.H., M.H., sebagai Penguji Eksternal.
Pada kesempatan tersebut, Anthoni berhasil memaparkan disertasinya yang berjudul “Strategi Pembangunan Sektor Perikanan Berbasis Collaborative Governance di Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung”.
Penelitian ini dilatarbelakangi belum optimalnya pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, meskipun daerah tersebut memiliki potensi sumber daya yang cukup besar.
Permasalahan utama terletak pada kurangnya sinergi antarpemangku kepentingan, seperti pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, sehingga pembangunan sektor perikanan belum berjalan secara maksimal dan berkelanjutan.
“Pembangunan sektor perikanan memerlukan kolaborasi yang efektif antaraktor agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan”, ujarnya seperti disadur dari laman unila.ac.id.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan interaksi antar aktor dalam pengembangan sektor perikanan serta merumuskan strategi pembangunan berbasis collaborative governance di Kabupaten Tulang Bawang.
Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan teknik analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas strategi pembangunan.
Hasil penelitian menunjukkan, implementasi collaborative governance dalam pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Tulang Bawang belum berjalan secara optimal. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor, seperti kondisi awal (keseimbangan sumber daya dan kekuatan), kepemimpinan kolaboratif, serta desain kelembagaan.
Strategi prioritas yang dihasilkan meliputi peningkatan fasilitasi pembiayaan dan permodalan, peningkatan pemanfaatan teknologi budidaya dan teknologi informasi, peningkatan aktivitas pengolahan hasil perikanan serta perluasan pasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan, penguatan kerja sama antaraktor melalui forum kemitraan, serta pengembangan sarana dan prasarana pendukung.
Selain itu, diperlukan komitmen bersama antar stakeholder dalam menjalankan proses kolaborasi secara berkelanjutan.
Melalui penelitian ini, diharapkan konsep collaborative governance dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam mengoptimalkan potensi sektor perikanan. Pendekatan ini tidak hanya menekankan peran pemerintah, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat dan dunia usaha dalam pembangunan daerah.
Harapannya, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan pembangunan sektor perikanan yang lebih inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan di Kabupaten Tulang Bawang.
REDAKSI










