BBJ Luruskan Isu Macet 7 Km di Bakauheni
Pengelola BBJ meluruskan penyebab kemacetan panjang di Bakauheni, menyebutnya akibat lonjakan arus ke ASDP dan rekayasa lalu lintas, bukan penolakan truk.
LAMPUNG SELATAN – Pengelola Pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya (BBJ) menegaskan bahwa kemacetan panjang hingga 7 kilometer di Jalintim Bakauheni–Ketapang pada Senin (30/3/2026) bukan disebabkan penolakan kendaraan logistik, melainkan dampak lonjakan arus menuju pelabuhan ASDP.
Manager Operasional PT BBJ dan PT SMA, Tatang Rohadi, menyebut kepadatan terjadi sejak pukul 07.00 hingga 12.00 WIB setelah seluruh golongan kendaraan kembali diizinkan masuk ke PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai 30 Maret 2026 dini hari.
“Semua akses menuju ASDP dibuka secara bersamaan dari Lintas Timur, Lintas Tengah, hingga tol, sehingga terjadi penumpukan kendaraan di waktu yang sama,” ujarnya.
Ia meluruskan informasi yang beredar terkait kendaraan logistik yang disebut tidak dapat menyeberang. Menurutnya, kendaraan yang terlihat keluar dari area BBJ dan PT SMA sebenarnya hanya diparkir sementara sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan di jalan utama.
Langkah tersebut dilakukan bersama pihak kepolisian, BPTD, KSOP, dan Dinas Perhubungan dengan menempatkan ratusan kendaraan ke dalam buffer zone sebelum dilepas kembali secara bertahap.
“Sekitar 300 sampai 400 kendaraan sempat kami tampung untuk mengurangi kepadatan. Setelah itu dilepas perlahan sesuai pengaturan,” jelasnya.
Saat ini, lanjutnya, sisa kendaraan di BBJ tercatat sekitar 216 unit dan ditargetkan habis terangkut pada hari yang sama. Sementara di PT SMA tersisa sekitar 21 unit yang akan diberangkatkan pada sore hari.
Ia juga menambahkan, operasional di PT SMA sempat dihentikan sementara karena kapal dialihkan untuk mendukung layanan di ASDP, yang berdampak pada penumpukan kendaraan di sekitar pelabuhan.
Pihak BBJ memastikan tidak ada penolakan terhadap kendaraan logistik, melainkan pengaturan distribusi arus kendaraan selama periode arus balik Lebaran.










