Proyek PSEL Lampung Raya Matangkan Lahan 8 Hektare
DLH Lampung mematangkan persiapan proyek PSEL Lampung Raya di Kota Baru, mulai dari lahan delapan hektare, mitigasi banjir, hingga pasokan air.
LAMPUNG SELATAN — Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Lampung Raya memasuki tahap pematangan persiapan teknis, mulai dari penyiapan lahan, mitigasi banjir, hingga kepastian pasokan air operasional.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung menggelar rapat koordinasi lanjutan dan peninjauan lapangan di kawasan Kota Baru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Selasa (20/10/2026). Rapat berlangsung di Rumah Sakit Bandar Negara Husada.
Kepala DLH Provinsi Lampung Riski Sofian memimpin kegiatan tersebut bersama jajaran dan tim teknis. Sejumlah instansi dan pihak terkait turut terlibat, di antaranya Bappeda, BPKAD, BMBK, PKPCK, PSDA, BBWS Mesuji Sekampung, PT Sucofindo, PT Arkonin, serta konsorsium proyek.
Salah satu agenda utama ialah pematangan lahan yang ditargetkan mencapai delapan hektare. Pada tahap awal, pekerjaan mencakup empat hektare dengan sumber anggaran dari Dinas PKPCK.
Sementara itu, penyelesaian pematangan lahan untuk keseluruhan area masih memerlukan pembahasan alokasi anggaran tahun 2027 dan alternatif pembiayaan bersama Danantara/DENERA, PT Arkonin, serta konsorsium.
Dari sisi keamanan lokasi, tim juga membahas mitigasi risiko banjir dan akses jalan. Ketinggian jalan eksisting di lapangan disebut berada sekitar 80 sentimeter di atas estimasi peil banjir. Kajian teknis mitigasi banjir dengan proyeksi periode 50 tahun yang dikerjakan PT Sucofindo dan PT Arkonin ditargetkan selesai pada 26 Oktober 2026.
Selain itu, sinkronisasi titik koordinat dan patok pengukuran akan dilakukan bersama oleh PT Arkonin, PT Sucofindo, Dinas BMBK, dan Dinas PKPCK untuk memastikan kesesuaian perencanaan teknis dengan kondisi lapangan.
Kebutuhan air juga menjadi perhatian dalam persiapan proyek. Kebutuhan operasional PSEL diproyeksikan mencapai 2.658 meter kubik per hari, dengan estimasi sekitar 3.000 meter kubik per hari. Neraca air akan dikaji lebih lanjut, termasuk potensi pasokan dari PDAM di koridor Jalan Soekarno-Hatta yang tercatat sebesar 8,68 liter per detik.
Untuk mendukung mobilitas menuju lokasi proyek, posisi akhir jalan akses telah disepakati berdasarkan perencanaan teknis Dinas BMBK Provinsi Lampung.
DLH Provinsi Lampung menyatakan akan mengawal setiap tahapan proyek agar memenuhi persyaratan teknis dan ketentuan yang berlaku. Proyek PSEL Lampung Raya diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah berbasis teknologi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Meski demikian, sejumlah pekerjaan persiapan masih harus dituntaskan, terutama kajian mitigasi banjir, pematangan lahan secara menyeluruh, serta kepastian kebutuhan dan pasokan air sebelum tahapan proyek berlanjut.
REDAKSI











