Pengangguran Lampung 4,21 Persen, Didominasi Lulusan SMA-SMK
Pemprov Lampung mengakui tantangan serius di sektor ketenagakerjaan, meski tingkat pengangguran relatif rendah. Ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri jadi sorotan utama.
BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) di daerahnya masih didominasi oleh lulusan SMA dan SMK, meskipun secara umum angkanya tergolong rendah.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyampaikan TPT Lampung pada 2025 tercatat sebesar 4,21 persen. Namun, komposisi pengangguran menunjukkan adanya persoalan serius pada kesesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan pasar.
“Pengangguran masih didominasi lulusan SMA dan SMK, ini menandakan adanya mismatch antara dunia pendidikan dan dunia kerja,” ujarnya dalam rapat penilaian kinerja kepala daerah oleh Kementerian Dalam Negeri, Rabu (1/4/2026).
Selain itu, struktur ketenagakerjaan di Lampung juga masih didominasi sektor informal yang mencapai 64,72 persen. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Lampung memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk usia produktif mencapai 69,24 persen. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya optimal akibat sejumlah faktor, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih perlu ditingkatkan serta upah minimum yang relatif rendah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Lampung menyiapkan berbagai strategi, mulai dari pelatihan vokasi bersertifikasi, penguatan kewirausahaan, hingga peningkatan akses informasi pasar kerja melalui digitalisasi.
Pemerintah juga mendorong program lintas sektor, termasuk sinergi dengan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), guna memperluas peluang kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Tak hanya itu, inovasi berbasis desa melalui program “Desaku Maju” juga digencarkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus membuka lapangan kerja baru di tingkat akar rumput.
Pemprov Lampung optimistis, dengan kolaborasi berbagai pihak dan strategi yang terintegrasi, upaya penurunan pengangguran dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
REDAKSI










