Pemprov Lampung Percepat Eliminasi TBC Way Kanan
Pemprov Lampung memperkuat pendampingan kepada Kabupaten Way Kanan untuk mempercepat eliminasi TBC melalui penguatan deteksi kasus, pengobatan, dan kolaborasi lintas sektor.
BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung mengintensifkan pendampingan kepada pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC), salah satunya di Kabupaten Way Kanan.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Way Kanan yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela secara virtual, Rabu (22/7/2026).
Jihan menegaskan penanggulangan TBC bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan agenda pembangunan yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung target Indonesia bebas TBC pada 2045.
"Fokus kita bukan hanya menemukan kasus sebanyak-banyaknya, tetapi memastikan setiap pasien memperoleh pengobatan hingga tuntas, keluarga pasien mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), serta seluruh indikator penanggulangan TBC dapat tercapai," kata Jihan.
Sebagai Ketua TP2TB Provinsi Lampung, Jihan mengatakan Pemprov kini menggelar rapat koordinasi mingguan bersama seluruh kabupaten/kota untuk mempercepat penyelesaian berbagai kendala di lapangan.
Ia juga meminta pemerintah daerah mengoptimalkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi pasien TBC serta menyiapkan administrasi dan sumber daya manusia menyusul rencana penambahan 25 unit X-ray portable dari pemerintah pusat.
Selain itu, Pemprov Lampung bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) tengah mengembangkan situs Peduli Tuberkulosis Lampung sebagai sarana skrining mandiri masyarakat yang akan terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Berdasarkan data semester pertama 2026, target penemuan kasus TBC di Way Kanan sebanyak 1.329 kasus. Hingga pertengahan tahun, baru ditemukan 462 kasus atau sekitar 35 persen dari target. Sementara cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada kontak serumah masih rendah dan menjadi fokus percepatan.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Way Kanan, Ixuan Akhmadi, mengatakan pemerintah daerah telah memiliki Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC dan tim percepatan yang dibentuk melalui keputusan bupati.
Ia menyebutkan hingga 20 Juni 2026 tingkat keberhasilan pengobatan TBC di Way Kanan mencapai 96 persen. Namun, cakupan pemberian TPT baru mencapai 8 persen sehingga diperlukan penguatan sosialisasi, skrining aktif, investigasi kontak, dan koordinasi lintas sektor.
REDAKSI











