Lamsel Gandeng BUMN, Siapkan Wisata Kelas Atas

Pemkab Lampung Selatan menggandeng BUMN untuk menggarap proyek wisata desa berkelanjutan. Targetnya, menarik wisatawan kelas menengah atas dan mendongkrak ekonomi lokal secara signifikan.

Lamsel Gandeng BUMN, Siapkan Wisata Kelas Atas
Foto: Istimewa

LAMPUNG SELATAN— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai mengakselerasi pengembangan sektor pariwisata dengan menggandeng sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam skema kolaborasi strategis.

Langkah ini ditandai dengan pertemuan lanjutan antara Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama perwakilan Danantara, InJourney, PTPN, dan sejumlah BUMN lainnya di Gedung BP BUMN, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Lampung Selatan untuk mendorong investasi di sektor pariwisata berbasis desa yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

Bupati Egi menegaskan, pemerintah daerah tengah mengarahkan pariwisata sebagai sektor unggulan, dengan mengoptimalkan potensi alam yang dinilai masih belum tergarap maksimal.

“Lampung Selatan memiliki keunggulan geografis sebagai gerbang Pulau Sumatra. Ini menjadi daya tarik kuat untuk menarik wisatawan, terutama dari Pulau Jawa,” ujarnya.

Pemkab menargetkan pengembangan kawasan wisata dengan segmentasi kelas menengah hingga atas, memanfaatkan bentang alam mulai dari pesisir pantai hingga panorama alami yang dinilai memiliki nilai jual tinggi.

Strategi tersebut diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar, khususnya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah langkah pendukung, mulai dari peningkatan infrastruktur akses menuju destinasi, penguatan konektivitas antar wilayah, hingga digitalisasi layanan publik untuk mempermudah investasi.

Kemudahan perizinan dan penciptaan iklim investasi yang transparan juga menjadi fokus utama guna menarik minat investor, termasuk dari kalangan BUMN.

Sementara itu, Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan BP BUMN, Hambra, menyebut potensi pengembangan wisata di Lampung Selatan cukup menjanjikan, meski masih memerlukan kajian lanjutan.

“Potensinya sangat baik. Selanjutnya akan dilakukan kajian lebih detail untuk menentukan skema kerja sama yang tepat,” ujarnya.

Tahap berikutnya, para pihak akan mendorong penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar awal realisasi kerja sama.

Dengan masuknya BUMN dalam rencana pengembangan ini, Lampung Selatan diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata baru yang kompetitif, sekaligus motor pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pariwisata.