Lampung Selatan Dibidik Investor Properti Nasional
Ratusan pengembang nasional bakal berkumpul di Lampung Selatan dalam HUT REI ke-54. Momen ini dinilai sebagai peluang besar mendorong investasi properti dan mempercepat pengembangan kawasan strategis daerah.
LAMPUNG SELATAN — Kabupaten Lampung Selatan mulai dilirik sebagai magnet baru investasi properti nasional. Ratusan perusahaan pengembang dari seluruh Indonesia dijadwalkan hadir dalam peringatan HUT ke-54 Realestat Indonesia (REI) yang akan digelar pada 5–8 Mei 2026.
Agenda berskala nasional ini terungkap dalam audiensi antara jajaran DPP dan DPD REI Lampung dengan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Rabu (22/4/2026).
Wakil Ketua Umum DPP REI, Djoko Handoko Halim Santoso, menyebut kegiatan tersebut tidak sekadar seremoni, tetapi juga menjadi pintu masuk investasi melalui forum bisnis yang akan mempertemukan para pengembang besar.
“Kami menghadirkan ratusan anggota REI dari seluruh Indonesia. Ini momentum membuka peluang investasi baru, khususnya di Lampung Selatan,” ujarnya.
Selain forum bisnis, rangkaian kegiatan juga mencakup penanaman pohon di kawasan Kotabaru serta wisata edukasi ke Gunung Anak Krakatau, yang menjadi daya tarik utama daerah.
REI menilai Lampung Selatan memiliki potensi kuat berkat dukungan infrastruktur seperti jalan tol, serta kekayaan destinasi alam mulai dari Gunung Rajabasa hingga kawasan pesisir yang prospektif untuk pengembangan properti dan pariwisata.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Egi menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah dalam mendukung agenda nasional tersebut. Ia menilai kehadiran ratusan pengembang menjadi peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemkab Lampung Selatan saat ini juga tengah mengusung konsep branding “Spirit of Krakatoa” untuk memperkuat daya tarik investasi dan identitas daerah di tingkat nasional.
“Kami sangat terbuka untuk kolaborasi. Ini momentum besar untuk mendorong investasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam mempercepat pembangunan kawasan serta memperluas arus investasi ke Lampung Selatan.










