Lampung Perkuat Kepercayaan Sensus Ekonomi
Pemprov Lampung dan BPS mengukuhkan 18 Penggerak Partisipasi Sensus Ekonomi 2026 untuk meningkatkan kepercayaan publik dan akurasi pendataan pelaku usaha.
BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menggelar Evaluasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus mengukuhkan 18 Penggerak Partisipasi Sensus Ekonomi 2026 (PPSE26) di Hotel Golden Tulip, Bandar Lampung, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 guna menghasilkan data ekonomi yang akurat dan berkualitas.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Lampung Ganjar Jationo, mengatakan keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada metodologi, tetapi juga pada tingkat kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha.
"Sensus Ekonomi ini memiliki tantangan sekaligus peluang. Tantangan terbesarnya adalah membangun kepercayaan publik di tengah kekhawatiran para pelaku usaha. Kehadiran para tokoh agama, akademisi, pimpinan organisasi, hingga kelompok referensi di desa sangat strategis untuk mengedukasi masyarakat bahwa data sensus dijamin kerahasiaannya dan diperuntukkan bagi kemajuan pembangunan," ujar Ganjar membacakan sambutan gubernur.
Menurutnya, di tengah perkembangan ekonomi digital dan meningkatnya jumlah UMKM berbasis teknologi, data yang akurat menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
"Data yang presisi menjadi kunci agar kebijakan pemerintah mampu melindungi pelaku usaha lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing," katanya.
Pada kesempatan tersebut, BPS Provinsi Lampung juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Lampung sebagai bentuk kolaborasi dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Selain itu, berdasarkan Keputusan Kepala BPS Provinsi Lampung Nomor 175 Tahun 2026, sebanyak 18 tokoh masyarakat dan perwakilan lembaga resmi dikukuhkan sebagai Penggerak Partisipasi Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Lampung.
Kepala BPS Provinsi Lampung Riswan Prasetyo mengatakan tantangan utama sensus saat ini bukan sekadar mendata pelaku usaha, melainkan membangun kepercayaan masyarakat agar bersedia memberikan informasi secara jujur dan lengkap.
"Kepercayaan sering kali tumbuh dari figur yang dipercaya masyarakat. Ketika tokoh agama, akademisi, dan pimpinan komunitas mengajak jemaah serta anggotanya, pintu kepercayaan akan terbuka lebar. Kami tidak meminta Bapak/Ibu menjadi petugas sensus, tetapi menjadi penyambung harapan dan penggerak kepercayaan publik," ujar Riswan.
Ia berharap keterlibatan berbagai tokoh masyarakat dapat meningkatkan partisipasi pelaku usaha sehingga Sensus Ekonomi 2026 menghasilkan data yang valid sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan ekonomi di Provinsi Lampung.
REDAKSI











