Gubernur Lampung Dampingi Menteri PKP Tanam Sejuta Pohon
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendampingi Menteri PKP Maruarar Sirait dalam gerakan penanaman sejuta pohon di Taman Kehati Lampung Selatan. Program ini menjadi langkah konkret pelestarian lingkungan sekaligus mendorong pembangunan hijau dan berkelanjutan di Lampung.
LAMPUNG SELATAN — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait dalam kegiatan Penanaman Sejuta Pohon di kawasan Taman Keanekaragaman Hayati Lampung, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-54 Real Estate Indonesia sekaligus upaya memperkuat pelestarian lingkungan dan pembangunan kawasan berkelanjutan di Provinsi Lampung.
Taman Kehati Lampung merupakan hasil kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung bersama Yayasan Sahabat Alam dengan luas kawasan mencapai 24,99 hektare. Saat ini, proses penghijauan difokuskan pada area seluas 5 hektare.
Program penghijauan itu telah dimulai sejak Desember 2024 melalui penanaman 3.000 bibit pohon. Hingga Mei 2026, sebanyak 13.000 pohon dan tanaman dari berbagai jenis telah tumbuh di kawasan tersebut.
Lebih dari 120 spesies tanaman kini berkembang di Taman Kehati Lampung dan mulai membentuk ekosistem alami yang dihuni berbagai satwa, seperti burung, lebah, kumbang, kupu-kupu, hingga aneka serangga lainnya.
Ke depan, kawasan itu ditargetkan memiliki sekitar 200 spesies tanaman lokal dalam dua tahun mendatang. Jenis tanaman yang diprioritaskan meliputi tanaman bumbu, obat-obatan, pembungkus makanan tradisional, tanaman ritual adat, pewarna alami, buah-buahan, tanaman kayu, hingga vegetasi khas hutan Lampung.
Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan tingkat keanekaragaman hayati optimal dapat tercapai dalam lima tahun, sementara ekosistem berkelanjutan diperkirakan terbentuk penuh dalam 10 tahun mendatang.
Selain menjadi kawasan penghijauan, Taman Kehati Lampung juga diproyeksikan sebagai pusat konservasi plasma nutfah tanaman lokal, pusat penelitian, pendidikan, hingga wisata lingkungan berbasis keanekaragaman hayati.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi gerakan penanaman pohon tersebut sebagai bentuk kolaborasi nyata menjaga kelestarian lingkungan di Lampung.
Ia berharap gerakan penghijauan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu membangun kesadaran bersama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam.
“Penghijauan dan pelestarian lingkungan harus menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, terutama di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan di Lampung,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi langkah Pemprov Lampung dan DPP REI dalam mendukung program pelestarian lingkungan secara konkret.
“Terima kasih karena sudah mendukung program pemerintah terkait pelestarian lingkungan secara konkret,” kata Maruarar.
Ia mengungkapkan pemerintah pusat tengah mengkaji kebijakan agar setiap pembangunan rumah, baik komersial maupun subsidi, wajib menanam minimal satu pohon di lingkungan perumahan.
Maruarar juga menyebut program pembangunan dan rehabilitasi rumah di Lampung terus meningkat. Jika sebelumnya sekitar 3.000 rumah mendapat program bedah rumah, maka pada 2026 jumlahnya naik menjadi 10.000 unit.
Menurutnya, sektor perumahan di Lampung berpotensi besar mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
Dalam kesempatan itu, Maruarar turut menyoroti pengembangan kawasan Kota Baru agar sejak awal dirancang dengan konsep hijau dan berkelanjutan.
“Jangan nanti kota baru malah menjadi gundul. Pohon-pohonnya harus dipersiapkan sejak awal, bahkan sebelum kotanya digunakan,” tegasnya.
Melalui gerakan ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap penghijauan dan pelestarian lingkungan terus diperkuat sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di daerah.
REDAKSI










