Alzier Kenang Sosok Santori Hasan: Orangnya Komit
Tokoh Lampung Alzier Dianis Thabranie mengenang Santori Hasan, bupati pertama Kabupaten Tulang Bawang, sebagai sosok berkomitmen, menepati janji, dan menghormati orang yang lebih muda. Santori meninggal dunia di RSUD Abdul Moeloek pada Kamis (22/10/2026).
BANDAR LAMPUNG-Tokoh Lampung Alzier Dianis Thabranie (ADT) ikut berbela sungkawa dengan meninggalnya H. Santori Hasan, SH bin Nur Hasan. Baginya, almarhum merupakan orang baik, tepat janji an hormat dengan yang muda.
"Almarhum orang baik, bisa dipegang omongan-omongan dan janji-janjinya, tidak songong," ujar ADT, Kamis (22/10/2026). Tokoh senior Golkar ini begitu menghormati dirinya, walaupun almarhum lebih senior. Almarhum juga humble dan tidak neko-neko.
"Semoga amal Ibadahnya diterima oleh Allah SWT, khusnul khotimah, surga ganjarannya, aamiiin," ujar Ketua Umum Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Pesawaran (P3KP) ini, seperti ditulis di heloindonesia.com
Santori Hasan wafat dalam pengobatan sakitnya di RSUDAM, Kamis (22/10/2026), pukul 03.01 WIB. Sebelum dimakamkan di Tiyuh Negeriagung, Kabupaten Waykanan, jenazah disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka di Komplek GTS Hajimena, Kabupaten Lampung Selatan.
Almarhum adalah seorang birokrat dan tokoh politik Indonesia yang dikenal sebagai bupati pertama Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung. Beliau kerap dijuluki sebagai "peletak pondasi pembangunan" bagi kabupaten berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai tersebut.
Karirnya di birokrasi diawali sebagai protokol mantan Wali Kota Bandarlampung, Zulkarnaen Subing lalu protokol mantan Gubernur Yasir Hadibroto dan Poedjono Pranyoto pada tahun 90an.
NURCHOLIS SAJADI











