KSP Dudung Bersama Pelindo Dorong Efisiensi Logistik Dan Selesaikan Kendala Birokrasi
Jakarta — Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman turun langsung meninjau transformasi layanan dan sistem logistik nasional di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (13/5/2026). Kunjungan tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah mulai serius membongkar hambatan birokrasi yang selama ini menghambat pengembangan sektor pelabuhan nasional.
Dalam kunjungan kerja ke PT Pelabuhan Indonesia (Persero) itu, Dudung didampingi Plt Deputi IV KSP Fadjar Dwi Wishnuwardhani dan jajaran tenaga ahli KSP. Rombongan disambut langsung Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar, Wakil Direktur Utama Drajat Sulistyo, serta Komisaris Arief Poyuono.
Dalam pertemuan tertutup tersebut, Pelindo memaparkan sejumlah proyek strategis yang dinilai krusial bagi masa depan logistik nasional. Mulai dari pengembangan kawasan Nipa Transit Anchorage Area di Selat Malaka, penguatan ekosistem Kalibaru di Tanjung Priok, hingga revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.
Dudung menegaskan, tugas KSP bukan sekadar menerima laporan, tetapi memastikan program prioritas Presiden berjalan tanpa tersandera birokrasi.
“Saya selaku KSP punya tugas bagaimana menyelaraskan program-program Presiden Prabowo. Dan memastikan tentang program unggulan Bapak Presiden, salah satunya bagaimana ekosistem logistik ini akan mendukung program nasional,” tegas Dudung.
Sorotan utama dalam pertemuan itu mengarah pada berbagai kendala klasik yang selama ini memperlambat arus investasi dan efisiensi pelabuhan, mulai dari persoalan regulasi, koordinasi lintas kementerian, hingga hambatan teknis di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Dudung memastikan KSP akan bergerak cepat melakukan debottlenecking atau penguraian hambatan lintas lembaga.
“Beberapa hal yang disampaikan Pak Direktur Utama, kendala-kendala di lapangan, masalah kebirokrasian memang harus kita tuntaskan. Nanti akan kita selesaikan, bagaimana proses di Pulau Nipa, kemudian efisiensi jalan tol, komunikasi harus diefektifkan dengan bea cukai sehingga tidak terlalu rumit masalah koordinasi,” ujarnya.
Menurut Dudung, keberhasilan transformasi pelabuhan akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, KSP siap menjadi jembatan penyelesaian masalah antara Pelindo dengan kementerian atau lembaga terkait.
“KSP tentunya hanya sebagai penyambung untuk menyelesaikan persoalan-persoalan Pelindo dengan kementerian yang tidak tuntas atau yang menghambat. Sehingga kalau ini dituntaskan secara cepat, maka ini akan bisa selesai dengan baik dan tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Di sisi lain, Dudung juga mengungkap adanya tren positif pada aktivitas pelabuhan dan perdagangan nasional. Ia menyebut peningkatan nilai impor menjadi indikator bergeraknya roda industri dan ekonomi.
“Dan yang menggembirakan adalah justru nilai impor yang saat ini meningkat sampai 11 persen, bahkan di Semarang itu meningkat sampai 13 persen. Tentunya ini akan berdampak pada pertumbuhan perekonomian,” tambahnya.
Kunjungan KSP ke Tanjung Priok dinilai menjadi pesan bahwa pemerintah tidak ingin proyek-proyek strategis nasional terhambat hanya karena lambannya koordinasi birokrasi. Dudung bahkan menegaskan pendekatan baru KSP adalah turun langsung mendengar persoalan di lapangan.
“Program kami adalah KSP mendengar. Sehingga setiap ada persoalan-persoalan di lapangan, kami akan datang,” pungkasnya.
DEDI ROHMAN










