Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Lampung, Harapan Baru Siswa Miskin
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau Sekolah Rakyat di Lampung Selatan. Program ini dinilai menjadi solusi nyata bagi akses pendidikan anak kurang mampu, dengan mayoritas siswa bercita-cita melanjutkan ke perguruan tinggi.
LAMPUNG SELATAN — Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau pelaksanaan Sekolah Rakyat tingkat SMA di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (26/4/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung fasilitas sementara, proses belajar mengajar, serta berdialog dengan guru dan siswa. Menteri Sosial menilai pelaksanaan Sekolah Rakyat di Lampung berjalan baik, baik dari sisi tata kelola maupun kegiatan pembelajaran yang dinilai telah sesuai standar operasional.
“Program ini adalah langkah strategis untuk menghadirkan pendidikan inklusif yang menjangkau masyarakat dengan keterbatasan akses,” ujar Saifullah Yusuf.
Ia menegaskan bahwa evaluasi berkala akan terus dilakukan guna meningkatkan kualitas program, termasuk penguatan kapasitas tenaga pendidik melalui pelatihan yang relevan.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam Sekolah Rakyat adalah keberagaman latar belakang siswa. Hal ini menuntut pendekatan pembelajaran yang adaptif, karena tidak semua siswa memiliki kesiapan akademik yang sama meskipun berada di jenjang setara SMA.
Meski begitu, ia optimistis siswa Sekolah Rakyat memiliki peluang besar untuk berkembang. Berdasarkan data yang dipaparkan, sekitar 75 persen siswa memiliki cita-cita melanjutkan ke perguruan tinggi, sementara sisanya diarahkan ke dunia kerja melalui program pemberdayaan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menekan angka putus sekolah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Sekolah Rakyat bukan hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga membangun harapan dan masa depan anak-anak Lampung,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam pengembangan program ini, termasuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di kawasan Kota Baru yang ditargetkan mulai digunakan pada tahun ajaran baru mendatang.
Pembangunan fasilitas permanen tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta memperkuat peran Sekolah Rakyat sebagai model pendidikan inklusif di Indonesia.
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali, sekaligus mendukung visi pembangunan manusia menuju Indonesia Emas 2045.
REDAKSI










