Bandarlampung Hapus Uang Komite SMPN
Pemkot Bandarlampung mulai mencairkan dana BOSDa sebesar Rp2 miliar untuk 46 SMP negeri. Plt Kadisdikbud M Ramdhan menegaskan sekolah dilarang lagi memungut uang komite dari orang tua siswa.
BANDARLAMPUNG — Pemerintah Kota Bandarlampung mulai merealisasikan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) bagi 46 SMP negeri di kota setempat.
Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandarlampung M Ramdhan, dana BOSDa tahap pertama sebesar Rp2 miliar lebih segera dicairkan dan ditransfer langsung ke rekening sekolah.
Langkah tersebut menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Bandarlampung karena dinilai sebagai bentuk nyata pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), yang menjamin hak pendidikan dasar bagi masyarakat.
Menurut Ramdhan, dana BOSDa tersebut merupakan bagian dari total anggaran Rp9,5 miliar yang disiapkan Pemkot Bandarlampung sepanjang tahun 2026.
“Kami sedang mengajukan pencairan BOSDa tahap pertama atau triwulan pertama. Setelah cair akan langsung kami transfer ke sekolah-sekolah,” ujar Ramdhan di lingkungan Pemkot Bandarlampung, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, untuk triwulan pertama pihaknya mengajukan pencairan sekitar Rp2 miliar yang selanjutnya akan diproses bendahara untuk ditransfer ke seluruh SMP negeri penerima.
“Setelah cair, bendahara langsung payroll untuk ditransfer ke sekolah,” katanya.
Ramdhan menegaskan, keberadaan dana BOSDa bertujuan menutup kebutuhan kegiatan belajar mengajar yang belum terakomodasi melalui dana BOS reguler dari pemerintah pusat.
Karena itu, ia melarang seluruh SMP negeri di Bandarlampung melakukan pungutan kepada orang tua siswa, termasuk dalam bentuk uang komite.
“Dengan adanya BOSDa tidak ada lagi uang komite. Masyarakat bisa melapor kepada kami jika masih ada sekolah yang meminta uang komite,” tegasnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan akses pendidikan yang lebih merata dan terjangkau bagi siswa di Bandarlampung.










