Wulan Sari Mirza Dorong Perempuan Kuasai Pendidikan dan Jabatan Strategis
Peringatan Hari Kartini 2026 di Lampung menyoroti dorongan konkret terhadap peningkatan peran perempuan dalam pendidikan dan jabatan strategis pemerintahan, dengan keterwakilan perempuan mencapai 30 persen di level eselon II.
BANDARLAMPUNG — Peringatan Hari Kartini 2026 di Provinsi Lampung tak sekadar seremoni, tetapi menjadi panggung penegasan arah kebijakan peningkatan peran perempuan, terutama dalam sektor pendidikan dan jabatan strategis pemerintahan.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menegaskan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini harus diterjemahkan dalam langkah nyata melalui penguatan akses pendidikan bagi perempuan.
“Pendidikan adalah kunci utama kemajuan perempuan. Ini bukan hanya soal kesetaraan, tetapi juga bagaimana perempuan mampu mengambil peran dalam pembangunan,” ujarnya saat upacara di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (20/4/2026).
Momentum ini diperkuat dengan data keterwakilan perempuan di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung yang mencapai sekitar 30 persen pada level pejabat eselon II, atau 14 dari total 48 jabatan. Angka ini menjadi indikator meningkatnya akses perempuan dalam struktur pengambilan kebijakan.
Wakil Ketua III DPRD Lampung, Maulida Zauroh, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyebut capaian tersebut sebagai progres penting, namun belum final.
“Kesempatan perempuan sudah semakin terbuka, tapi perlu terus didorong agar tidak hanya hadir, melainkan juga berperan strategis dalam pembangunan,” katanya.
Upacara yang mengusung tema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi” juga menampilkan seluruh petugas dari kalangan perempuan—mulai dari pemimpin hingga pasukan pengibar bendera—sebagai simbol penguatan representasi perempuan di ruang publik.
Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmen untuk memperluas kebijakan pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan peran perempuan dalam sektor ekonomi dan kepemimpinan.
Peringatan Hari Kartini tahun ini pun diarahkan menjadi momentum evaluasi sekaligus percepatan agenda kesetaraan gender di daerah, sejalan dengan warisan pemikiran Kartini dalam karya Habis Gelap Terbitlah Terang yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai pintu perubahan.
REDAKSI










