220 UMKM Lampung Serbu Pelatihan PKU Akbar

Ratusan pelaku UMKM memadati pelatihan akbar di Lampung. Kehadiran gubernur yang ikut mempromosikan produk hingga live streaming jadi sorotan dorongan digitalisasi usaha kecil.

220 UMKM Lampung Serbu Pelatihan PKU Akbar
Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG — Upaya percepatan digitalisasi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Lampung mendapat respons tinggi dari pelaku usaha. Sebanyak 220 UMKM memadati kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang digelar PT Permodalan Nasional Madani Cabang Lampung, Senin (20/4/2026).

Tingginya partisipasi ini menunjukkan kebutuhan mendesak pelaku UMKM terhadap peningkatan kapasitas, khususnya dalam pemanfaatan teknologi untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Kehadiran Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut. Gubernur tidak hanya membuka acara, tetapi juga turun langsung meninjau stan pameran dan berinteraksi dengan pelaku usaha.

Sebanyak 18 stan produk UMKM ditampilkan, didominasi olahan makanan dan kerajinan khas daerah. Dalam kunjungannya, gubernur terlihat aktif berdialog dengan pelaku usaha, menggali informasi terkait proses produksi hingga strategi pemasaran.

Sorotan utama terjadi saat gubernur ikut terlibat dalam sesi penjualan daring di salah satu stan, memperlihatkan pentingnya adaptasi digital bagi UMKM. Aksi tersebut dinilai sebagai bentuk dorongan konkret pemerintah dalam mempercepat transformasi digital sektor usaha kecil.

Pelatihan yang mengusung tema pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah mulai mengarahkan UMKM untuk tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas melalui inovasi teknologi.

Interaksi langsung antara kepala daerah dan pelaku UMKM turut menciptakan suasana partisipatif. Sejumlah peserta memanfaatkan momentum tersebut untuk berdiskusi, sekaligus menyampaikan aspirasi terkait tantangan usaha yang mereka hadapi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ekosistem UMKM di daerah, sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian regional.