Kasus TBC Lampung Tembus 30 Ribu

Lonjakan kasus TBC di Lampung jadi alarm serius. Pemerintah pusat turun langsung, dorong deteksi agresif hingga ke keluarga pasien.

Kasus TBC Lampung Tembus 30 Ribu
Foto: Istimewa

BANDARLAMPNG– Lonjakan kasus tuberkulosis (TBC) di Provinsi Lampung menembus angka 30 ribu lebih dan memicu respons cepat pemerintah pusat. Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Dalam Negeri turun langsung untuk mendorong percepatan penanganan di lapangan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lampung, hingga April 2026 tercatat sekitar 30.745 kasus TBC, dengan 5.800 kasus di antaranya berada di Kota Bandarlampung.

Kondisi ini dinilai sebagai alarm serius penyebaran penyakit menular yang masih belum terkendali.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menegaskan, strategi penanganan tidak lagi bisa pasif dan harus dilakukan secara agresif melalui pelacakan aktif.

“Deteksi tidak cukup hanya pada pasien. Harus menyasar keluarga dan lingkungan sekitar untuk memutus rantai penularan,” tegasnya saat meninjau Puskesmas Way Halim, Selasa (14/4/2026).

Ia juga menyoroti pentingnya peran kader kesehatan di tingkat desa sebagai ujung tombak dalam menemukan kasus tersembunyi, sekaligus memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah juga menemukan tantangan lain berupa rendahnya cakupan imunisasi, terutama terhadap penyakit campak.

Fenomena penolakan imunisasi akibat hoaks dinilai menjadi hambatan serius dalam upaya pengendalian penyakit menular di daerah.

Untuk mengatasi hal itu, Kementerian Kesehatan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) guna memperkuat edukasi publik terkait keamanan dan pentingnya imunisasi bagi anak.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menekankan bahwa pengendalian TBC tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

“Ini bukan hanya isu kesehatan, tapi juga soal ketahanan sosial. Daerah harus bergerak cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyatakan, pemerintah daerah akan memperkuat langkah strategis mulai dari peningkatan surveilans, perluasan imunisasi, hingga edukasi masyarakat secara masif.

Lonjakan kasus TBC ini menegaskan bahwa Indonesia, termasuk Lampung, masih menghadapi tantangan besar dalam eliminasi penyakit menular—di tengah persoalan klasik seperti rendahnya kesadaran masyarakat dan maraknya disinformasi kesehatan.