Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian Bandar Lampung Vaksinasi Ternak

Dinas Pertanian Bandar Lampung memastikan ternak masih bebas PMK jelang Idul Adha. Vaksinasi dan pengawasan diperketat untuk menjamin kesehatan hewan kurban.

Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian Bandar Lampung Vaksinasi Ternak
Foto: Nurbaiti/monologis.id

BANDAR LAMPUNG — Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pertanian memperketat langkah pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan menggencarkan vaksinasi serta pengawasan hewan ternak.

Hingga awal Mei 2026, kondisi ternak di Bandar Lampung dipastikan masih aman dan belum ditemukan kasus suspek PMK.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Dedeh Ernawati Fauzie, mengatakan pihaknya telah menerima 500 dosis vaksin PMK tahap pertama dari Dinas Peternakan Provinsi Lampung. Sebanyak 410 dosis di antaranya telah didistribusikan ke sejumlah kecamatan hingga 30 April 2026.

“Distribusi vaksin difokuskan pada wilayah dengan populasi ternak tinggi, seperti Tanjung Senang, Way Halim, Sukabumi, Sukarame, Rajabasa, dan Kemiling,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Sisa vaksin akan disalurkan secara bertahap hingga mendekati Idul Adha guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan bebas penyakit menular.

Selain vaksinasi, Dinas Pertanian juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan melalui tahapan ante mortem dan post mortem pada 18 hingga 30 Mei 2026 di berbagai titik pemotongan.

“Pemeriksaan ini untuk memastikan hewan kurban benar-benar sehat, layak, dan aman dikonsumsi masyarakat,” jelas Dedeh.

Ia menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan gejala PMK pada sapi, kambing, maupun domba di wilayah Bandar Lampung. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan melalui berbagai langkah preventif.

Upaya tersebut meliputi prioritas vaksinasi di sentra ternak, sosialisasi kepada peternak terkait deteksi dini gejala PMK, serta pengawasan ketat terhadap peredaran hewan.

Dinas Pertanian juga memastikan daging yang beredar berasal dari tempat pemotongan yang diawasi dan memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

“Kami mengimbau masyarakat memasak daging hingga matang sempurna, dan pelaku usaha hanya memperjualbelikan ternak yang sehat,” tambahnya.

Langkah lain yang dilakukan yakni penguatan sistem pelaporan melalui iSIKHNAS, identifikasi ulang sentra ternak, serta peningkatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkot Bandar Lampung optimistis pelaksanaan Idul Adha tahun ini dapat berjalan aman dengan hewan kurban yang sehat dan terbebas dari ancaman PMK.