Arief Poyuono : Secara Geostrategis, Industri Pelabuhan Nasional Jadi Penggerak Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Jakarta-Monologis.id. Diawal tahun 2026 ini, optimisme ekosistem Pelabuhan disampaikan oleh Komisaris PT Pelindo Arief Poyuono secara sangat Positif. Hal itu menurutnya didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil (sekitar 4.9-5%), target ekspor besar, dan fokus pemerintah menjadi poros maritim dunia yang meningkatkan peran logistik laut, infrastruktur pelabuhan, dan efisiensi maritim untuk mendukung perdagangan domestik dan internasional.
"Sektor transportasi dan logistik diproyeksikan tumbuh signifikan, terutama logistik laut yang mendominasi, didukung investasi infrastruktur, digitalisasi, dan peningkatan konektivitas untuk memperkuat posisi strategis Indonesia di Indo-Pasifik," ujar Arief Poyu yang terima media secara tertulis, pada Selasa (13/1/2026).
Selain itu Arief Poyuono juga menyampaikan ada beberapa pendorong utama pertumbuhan industri pelabuhan. Pertama, stabilitas ekonomi dan ekspor. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang stabil (4.9-5%) dan target ekspor $315 miliar pada 2026 akan mendorong volume kargo di pelabuhan. Kedua, posisi geostrategis di mana Indonesia semakin ingin menjadi pemimpin dalam tata kelola maritim, bukan hanya transit, memanfaatkan posisinya di jalur perdagangan global.
"Ketiga, fokus pada ekonomi maritim. Sektor maritim dianggap sebagai penggerak utama pertumbuhan nasional, fokus pada pengembangan pelabuhan, keamanan maritim, dan diplomasi maritim," tuturnya.
Sebagai orang pengalaman bekerja di BUMN, Arief Poyuono juga menambahkan terkait data trend di 2026 untuk industri pelabuhan, yaitu berupa dominasi logistik laut. Transportasi laut dan perairan darat akan tetap menjadi tulang punggung pengiriman barang (sekitar 77.6% pangsa pasar freight forwarding), sementara freight udara juga tumbuh pesat.
Kemudian, investasi infrastruktur. Pengembangan infrastruktur dan konektivitas pelabuhan terus menjadi prioritas untuk meningkatkan efisiensi.
Selanjutnya, digitalisasi dan efisiensi. Peningkatan efisiensi pelabuhan dan protokol keamanan maritim menjadi krusial untuk menopang perdagangan global. "Pertumbuhan sektor pendukung. Sektor pergudangan (terutama yang tidak dikontrol suhu) dan layanan logistik lainnya diproyeksikan tumbuh kuat," ucap Arief.
Arief juga menyampaikan proyeksi sektor industri pelabuhan. Menurutnya, sektor transportasi dan pergudangan diproyeksikan berkontribusi signifikan terhadap PDB, dengan pertumbuhan sub-sektor transportasi (termasuk laut) dan pergudangan yang kuat pada 2026.
"Secara keseluruhan, industri pelabuhan Indonesia di 2026 diproyeksikan akan mengalami ekspansi signifikan, didukung oleh fondasi ekonomi yang kokoh, dukungan pemerintah yang kuat, dan pemanfaatan posisi geografis strategisnya untuk memperkuat perannya dalam perdagangan dan logistik global," pungkas Arief Poyuono.
REDAKSI








