1.840 Hektare Lahan Siap Dicetak, Lampung Genjot Swasembada
andar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) menyusun rencana pencetakan sawah baru seluas 5.000 hektare guna mendukung program swasembada pangan nasional.
Sejumlah kabupaten telah mengajukan usulan lokasi perluasan. Berdasarkan hasil verifikasi awal, lahan yang dinyatakan layak untuk dicetak sawah mencapai 1.840 hektare.
Kabupaten Lampung Timur tercatat sebagai wilayah dengan luasan terbesar, yakni 812 hektare, disusul Kabupaten Mesuji 373 hektare dan Kabupaten Tulang Bawang 296 hektare.
Pemprov Lampung memastikan anggaran program cetak sawah baru sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui pemerintah pusat. Program ini diproyeksikan memperkuat peran Lampung sebagai daerah penyangga swasembada pangan nasional.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Basuki, menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut. Ia menilai Lampung memiliki potensi besar menjadi sentra produksi padi sekaligus tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Namun demikian, ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus pada penambahan luas lahan, tetapi juga memperhatikan kondisi sawah eksisting, terutama infrastruktur irigasi.
“Perluasan sawah penting, tetapi sawah yang sudah ada juga harus dijaga. Di Palas misalnya, banyak saluran irigasi rusak. Saat hujan deras justru menimbulkan banjir,” ujar Ahmad Basuki, Rabu (14/1/2026).
Ia menegaskan, perluasan lahan pertanian harus dibarengi pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi agar petani tidak mengalami kerugian akibat persoalan distribusi air.
Komisi II DPRD juga meminta Dinas KPTPH aktif berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan sosialisasi program berjalan efektif.
“Program ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, bukan hanya segelintir pihak,” tegasnya.
REDAKSI








