Sodri Helmi: Literasi Fondasi Intelektual Bangsa

Anggota DPRD Tulangbawang Barat, Sodri Helmi, menyerahkan hibah buku ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba. Ia menegaskan literasi adalah fondasi intelektual bangsa, mengutip pidato Soekarno hingga menyinggung sejarah Pemberantasan Buta Huruf 1948.

Sodri Helmi: Literasi Fondasi Intelektual Bangsa
Foto: Istimewa

TULANGBAWANG BARAT — Isu penguatan literasi kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung, Sodri Helmi, menegaskan pentingnya literasi sebagai fondasi intelektual bangsa saat menyerahkan hibah sejumlah buku bacaan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat, Jumat (11/2/2026).

Dalam sambutannya, Sodri mengingatkan bahwa proses belajar tidak cukup hanya dengan membaca, tetapi harus dibarengi kemampuan berpikir kritis.

“Belajar tanpa berpikir itu tidak berguna, tapi berpikir tanpa belajar itu sangat berbahaya,” tegasnya.

Menurutnya, literasi mencakup kemampuan membaca, menulis, berbicara, menghitung, hingga memecahkan masalah. Seluruh aspek tersebut, kata dia, menjadi dasar kemerdekaan berpikir dan penentu kemajuan bangsa.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencerdaskan generasi muda, khususnya di Kabupaten Tulangbawang Barat.

Singgung Sejarah Nasional dan Pidato Soekarno

Dalam kesempatan itu, Sodri menyinggung sejarah gerakan literasi nasional. Ia menyebut pada 14 Maret 1948, pemerintah mencanangkan program Pemberantasan Buta Huruf (PBH) di tengah masa revolusi sebagai syarat mutlak kemajuan bangsa.

“Mencerdaskan kehidupan bangsa dimulai dengan kemampuan membaca,” ujarnya.

Ia turut mengutip pidato pembelaan bersejarah “Indonesia Menggugat” yang disampaikan oleh Soekarno pada 1930. Menurutnya, pidato tersebut menunjukkan ketajaman pemikiran yang lahir dari literatur luas dan tradisi membaca yang kuat.

Sodri menekankan bahwa membaca harus disertai analisis serta pemikiran kritis, sekaligus menjadi bagian dari upaya menumbuhkembangkan dan memelihara Ideologi Pancasila sebagai dasar negara.

Dinas Perpustakaan Apresiasi Dukungan Legislatif

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba, Rodianto, didampingi Kepala Bidang Deposit Pengembangan Koleksi, Layanan dan Pelestarian Sofiatul Mardiah, mengapresiasi hibah buku dari anggota legislatif tersebut.

Rodianto menegaskan bahwa upaya mencerdaskan anak bangsa bukan semata tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.

“Mari bersama kita dorong minat literasi siswa dan masyarakat Tubaba. Jika sumber daya manusia semakin mumpuni, Tubaba akan maju dengan sendirinya,” pungkasnya.

Langkah ini diharapkan menjadi momentum penguatan budaya baca di daerah, sekaligus mempertegas bahwa literasi tetap menjadi agenda strategis dalam pembangunan nasional.