Macet Parah Bakauheni, Omzet UMKM Anjlok hingga 80 Persen

Kemacetan truk hingga 10 kilometer di Bakauheni berdampak pada penurunan omzet UMKM, bahkan hingga 80 persen akibat terganggunya akses pelanggan

Macet Parah Bakauheni, Omzet UMKM Anjlok hingga 80 Persen
Foto: Wandi/monologis.id

LAMPUNG SELATAN – Kemacetan panjang kendaraan logistik di ruas Jalan Lintas Sumatera menuju Pelabuhan Bakauheni berdampak serius terhadap perekonomian warga. Omzet pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dilaporkan merosot tajam akibat terganggunya akses pelanggan.

Antrean truk yang mengular hingga 7–10 kilometer sejak Senin (30/3/2026) dini hari tidak hanya melumpuhkan arus lalu lintas di Jalinsum, tetapi juga meluas ke Jalan Lintas Timur dan ruas Tol Trans Sumatera.

Kepadatan kendaraan besar di tiga jalur utama tersebut membuat aktivitas ekonomi di sepanjang jalur menuju pelabuhan ikut terhambat. Sejumlah pelaku usaha mengaku kehilangan pelanggan karena kendaraan sulit mencapai lokasi usaha mereka.

Nia, penjaga gerai tiket penyeberangan, mengatakan pendapatannya turun lebih dari 10 persen sejak kemacetan terjadi.

“Biasanya bisa sampai Rp500 ribu per hari, sekarang menurun karena pembeli berkurang,” ujarnya.

Penurunan lebih tajam dialami pedagang oleh-oleh. Deswan, salah satu pelaku usaha, menyebut omzetnya anjlok hingga 80 persen.

“Biasanya Rp100 ribu sampai Rp150 ribu, sekarang hanya sekitar Rp50 ribu,” katanya.

Pelaku usaha lainnya, Dimas, juga mengaku penjualan tiket kendaraan roda empat ikut terdampak karena terhambat antrean truk logistik.

Para pelaku UMKM berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk mengurai kemacetan yang terjadi. Mereka menilai kelancaran arus lalu lintas menjadi faktor utama dalam memulihkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.