Keberangkatan Jemaah Haji Lampung Sesuai Jadwal
Pemprov Lampung memastikan keberangkatan hampir 6.000 jemaah haji tetap sesuai jadwal meski biaya penerbangan melonjak tajam akibat krisis global.
BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung memastikan keberangkatan ribuan jemaah haji tahun 2026 tidak akan terganggu, meski dihantam lonjakan biaya penerbangan akibat gejolak geopolitik global.
Keputusan ini ditegaskan dalam rapat lintas instansi yang dipimpin Sekretaris Daerah Lampung, Marindo Kurniawan, Senin (13/4/20206) dengan melibatkan pihak maskapai dan otoritas terkait. Hasilnya, jadwal keberangkatan tetap ditetapkan mulai 26 April 2026.
“Keberangkatan tetap jalan. Pelayanan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama,” tegas Marindo.
Lonjakan biaya dipicu kenaikan harga avtur yang signifikan sejak awal April 2026. Data menunjukkan, harga bahan bakar pesawat di rute domestik melonjak hingga 72 persen, sementara penerbangan internasional tembus lebih dari 80 persen. Kondisi ini dipengaruhi konflik global yang berdampak langsung pada industri penerbangan.
Dampaknya, maskapai pengangkut jemaah haji, Garuda Indonesia, mengajukan penyesuaian nilai kontrak yang sebelumnya mencapai Rp28,79 miliar. Pemerintah kini tengah mengkaji usulan tersebut bersama lembaga pengawas guna memastikan tetap sesuai aturan dan tidak membebani jemaah.
“Semua harus dihitung cermat dan tetap akuntabel. Tapi hak jemaah tidak boleh terganggu,” ujarnya.
Tahun ini, sebanyak 5.962 jemaah haji asal Lampung dijadwalkan berangkat dalam 13 kloter penuh dan satu kloter gabungan. Proses pemberangkatan akan melibatkan puluhan penerbangan dari Bandara Radin Inten II menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Pemerintah juga tengah menyiapkan skema pembiayaan untuk mengantisipasi potensi selisih biaya akibat kenaikan tarif. Pembahasan dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota sebagai pihak yang turut bertanggung jawab terhadap jemaah.
Di tengah tekanan biaya, Pemprov Lampung menegaskan komitmennya: memastikan seluruh jemaah tetap berangkat tanpa penundaan setelah menunggu antrean bertahun-tahun.
REDAKSI










