Polres Tubaba Bentuk “Sabuk Kamtibmas”, Warga Diajak Lawan Kejahatan

Polres Tulangbawang Barat gandeng masyarakat dan tokoh adat perkuat deteksi dini gangguan keamanan hingga ancaman narkoba.

Polres Tubaba Bentuk “Sabuk Kamtibmas”, Warga Diajak Lawan Kejahatan
Foto: Istimewa

TULANGBAWANG BARATPolres Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, memperkuat pola pengamanan berbasis masyarakat melalui kegiatan Silaturahmi Sabuk Kamtibmas 2026, Senin (11/5/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai strategi memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta tindak kriminal di wilayah Tubaba.

Kapolres Tubaba AKBP Sendi Antoni menegaskan, keamanan daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, meski situasi keamanan di Tubaba saat ini masih relatif aman dan kondusif, kewaspadaan tetap harus diperkuat untuk menghadapi berbagai potensi ancaman, termasuk peredaran narkoba dan tindak kriminal lainnya.

“Oleh karena itu kita membentuk Sabuk Kamtibmas untuk saling memberikan informasi dan saling menjaga. Kita semua harus kompak,” tegasnya.

Kapolres menjelaskan, skema pengamanan yang selama ini dilakukan masih dalam tahap simulasi dan berjalan tertib. Namun, jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat nyata, masyarakat diharapkan telah siap bergerak bersama aparat keamanan.

Dalam kesempatan itu, AKBP Sendi Antoni juga mendorong masyarakat memanfaatkan layanan darurat Polri 110 untuk melaporkan berbagai gangguan kamtibmas secara cepat.

“Gunakan call center 110 untuk memberikan informasi maupun laporan kepada kepolisian,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Polres Tubaba membuka ruang kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Sementara itu, Ketua Federasi Adat Megou Pak Tulang Bawang Barat Herman Arta menyatakan dukungan penuh terhadap program Sabuk Kamtibmas yang digagas Polres Tubaba.

Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat adat dan kepolisian menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas keamanan daerah sejak dini.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini agar masyarakat dan kepolisian bisa bersama-sama mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sinyal penguatan pendekatan keamanan partisipatif di Tubaba, dengan melibatkan tokoh masyarakat, adat, dan warga dalam menjaga stabilitas daerah.