Bandar Lampung Genjot Eliminasi TBC Massif
Pemkot Bandar Lampung perketat penanganan TBC dengan sistem pelacakan detail dan layanan gratis demi mempercepat eliminasi penyakit.
BANDARLAMPUNG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memperketat penanganan Tuberkulosis (TBC) dengan mengandalkan sistem pelacakan pasien berbasis data detail hingga tingkat kelurahan.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat target eliminasi TBC sekaligus menekan penularan di masyarakat.
Kebijakan tersebut dijalankan Dinas Kesehatan sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat dalam mempercepat pengendalian penyakit menular yang masih menjadi ancaman kesehatan publik.
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, menyebut pihaknya kini telah memiliki data penderita TBC secara rinci berdasarkan nama dan alamat (by name by address) di seluruh wilayah kerja puskesmas.
“Dengan data yang detail, pengobatan dan pemantauan pasien bisa dilakukan lebih terarah, termasuk memastikan ketersediaan obat,” ujar Muhtadi.
Sebanyak 31 puskesmas di Bandar Lampung telah melayani pasien TBC. Meski belum seluruhnya dilengkapi alat Tes Cepat Molekuler (TCM), sistem rujukan diterapkan agar pemeriksaan tetap berjalan optimal melalui fasilitas kesehatan yang sudah tersedia.
Fasilitas TCM saat ini berada di sejumlah rumah sakit dan beberapa puskesmas strategis, sehingga pasien dari wilayah lain dapat segera dirujuk untuk mendapatkan diagnosis pasti.
Pemkot memastikan seluruh layanan, mulai dari pemeriksaan hingga pengobatan TBC, diberikan secara gratis kepada masyarakat.
Dalam upaya memutus rantai penularan, Dinas Kesehatan menerapkan dua pendekatan utama, yakni pengobatan wajib selama enam bulan bagi pasien positif, serta terapi pencegahan bagi kontak erat pasien yang hasil skriningnya negatif.
Langkah ini diperkuat dengan regulasi daerah berupa keputusan wali kota dan peraturan wali kota terkait percepatan eliminasi TBC. Selain itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung operasional petugas dan kader di lapangan.
Pemkot menekankan pentingnya peran aktif masyarakat, termasuk aparatur kelurahan dan kader kesehatan, dalam melakukan pelacakan kasus serta edukasi guna mencegah penyebaran lebih luas.
Dengan strategi berbasis data dan kolaborasi lintas sektor, Bandar Lampung menargetkan percepatan eliminasi TBC dapat tercapai sesuai agenda nasional.










