Way Rilau Siaga Hadapi Ancaman Kekeringan
Perumda Way Rilau Bandar Lampung menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau 2026, mulai dari pemeliharaan infrastruktur hingga armada tangki air untuk warga terdampak.
BANDAR LAMPUNG — Perumda Air Minum Way Rilau Kota Bandar Lampung menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga pasokan air bersih menghadapi musim kemarau 2026.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan pelayanan tetap optimal bagi 59.159 pelanggan yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bandar Lampung.
Kepala Bagian Humas Perumda Way Rilau, Gunawan, mengatakan pihaknya fokus menjaga keandalan sistem produksi dan distribusi air, termasuk seluruh peralatan pendukung dari sumber air permukaan maupun sumur bor.
Selain itu, pengerukan sedimentasi di bendungan intake juga dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran air baku saat debit air menurun pada musim kemarau.
“Pemeliharaan infrastruktur menjadi prioritas kami, mulai dari mesin produksi hingga jaringan distribusi. Ini penting agar pasokan air tetap stabil meskipun kondisi sumber air menurun,” ujar Gunawan, Senin (13/4/2026).
Dalam pelayanan kepada pelanggan, Perumda memastikan distribusi air tetap berjalan normal dengan penyesuaian pengaturan jam alir di sejumlah wilayah yang terdampak penurunan debit.
Untuk mengantisipasi kebutuhan darurat, Perumda juga menyiapkan armada mobil tangki air yang akan disalurkan kepada pelanggan maupun masyarakat non-pelanggan yang mengalami kekeringan.
Distribusi air bersih tersebut dilakukan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna memperluas jangkauan pelayanan selama musim kemarau.
Dari sisi sumber air baku, wilayah kerja sama KPBU yang melayani sekitar 24 ribu pelanggan masih mengandalkan pasokan dari Sungai Way Sekampung di Tegineneng dan dinilai dalam kondisi aman.
Sementara wilayah layanan eksisting yang melayani sekitar 28 ribu pelanggan bergantung pada Sungai Way Kuripan, Way Betung, dan Way Jernih. Debit air di wilayah tersebut diperkirakan turun hingga 20 persen saat kemarau.
Adapun pelanggan yang dilayani dari sumber mata air seperti Tanjung Aman dan Batu Putih relatif tidak terlalu terdampak kondisi kekeringan.
Perumda juga menilai skema kerja sama KPBU bersama pihak ketiga cukup membantu menjaga stabilitas pasokan air di sejumlah wilayah pelayanan.
“Ketersediaan air untuk wilayah KPBU relatif stabil dan masih mencukupi untuk kebutuhan saat ini maupun ke depan,” jelas Gunawan.










