RSU Mitra Mulia Husada Buka Poli Bedah Saraf, Layani Pasien BPJS
RSU Mitra Mulia Husada Lampung Tengah resmi membuka Poliklinik Bedah Saraf yang melayani pasien BPJS Kesehatan untuk rawat jalan dan rawat inap.
LAMPUNG TENGAH — Kabar baik bagi masyarakat Lampung Tengah dan sekitarnya. RSU Mitra Mulia Husada (MMH) resmi membuka Poliklinik Bedah Saraf yang kini melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan, baik rawat jalan maupun rawat inap.
Pembukaan layanan ini menandai penguatan kapasitas RSU Mitra Mulia Husada sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Lampung Tengah, khususnya dalam penanganan penyakit saraf yang membutuhkan penanganan cepat dan spesialis.
Poliklinik Bedah Saraf MMH melayani berbagai kasus, mulai dari stroke iskemik dan perdarahan, trauma kepala, tumor otak, hidrosefalus, nyeri punggung, hingga gangguan fungsional sistem saraf lainnya. Pelayanan ditangani langsung oleh Dr. dr. Saleh Al Mochdar, Sp.BS, MHKes, dokter spesialis bedah saraf berpengalaman.
Layanan Poliklinik Bedah Saraf ini dibuka setiap Rabu pukul 15.00–17.00 WIB.
Direktur RSU Mitra Mulia Husada, dr. Wendy Mochamad Ramadhan, mengatakan pembukaan poli ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan rujukan, khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan.
“Pembukaan Poliklinik Bedah Saraf ini adalah bentuk komitmen kami menghadirkan layanan kesehatan yang lebih lengkap dan berkualitas. Masyarakat, khususnya peserta BPJS, kini bisa mendapatkan layanan bedah saraf tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” kata dr. Wendy, Rabu (28/1/2026).
Ia menambahkan, kehadiran layanan bedah saraf di MMH diharapkan mampu mempercepat penanganan kasus-kasus kritis serta menekan angka rujukan ke rumah sakit di luar Lampung Tengah.
“Kami berharap layanan ini dapat meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Dengan dibukanya Poliklinik Bedah Saraf, RSU Mitra Mulia Husada semakin memantapkan posisinya sebagai rumah sakit rujukan dengan layanan kesehatan komprehensif bagi masyarakat Lampung Tengah dan sekitarnya.
DENI FERNANDO








