Musa Ahmad Buka Suara: Saya Masih Hidup, Belum Menjadi Bangkai
Musa Ahmad menegaskan eksistensi politiknya di tengah polemik Plt. Ketua DPD II Golkar Lampung Tengah dan menyebut konflik internal partai belum mereda menjelang Musda.
LAMPUNG TENGAH — Mantan Ketua DPD II Partai Golkar Lampung Tengah, Musa Ahmad, menegaskan dirinya belum selesai secara politik di tengah polemik penunjukan Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPD II Golkar Lampung Tengah. Pernyataan itu disampaikan Musa saat menghadiri rapat persiapan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Lampung Tengah, Selasa (20/1/2026).
Kehadiran Musa Ahmad di tengah gejolak internal partai menjadi sorotan tersendiri. Ia datang langsung ke forum kader meski penunjukan Plt. Ketua kepada Toni Eka Candra menuai penolakan dari sejumlah pihak. Di hadapan kader, Musa melontarkan pernyataan keras yang menegaskan eksistensinya dalam dinamika politik Golkar Lampung Tengah.
“Sampai detik ini saya masih hidup, belum menjadi bangkai,” tegas Musa Ahmad. Pernyataan tersebut dibaca sebagai respons atas anggapan bahwa perannya telah berakhir pasca penunjukan Plt. Ketua, sekaligus penegasan bahwa legitimasi politik tidak dapat dihapus secara sepihak melalui keputusan struktural.
Musa juga membantah tudingan antidemokrasi. Ia mengklaim sejak awal telah membuka ruang bagi seluruh kader Golkar Lampung Tengah yang ingin maju sebagai Ketua DPD II. Namun, ia menegaskan penolakannya terhadap Plt. Ketua bukan didasarkan pada figur, melainkan pada mekanisme yang dinilai tidak sesuai aturan organisasi.
Menurut Musa, polemik Plt. Ketua mencerminkan persoalan tata kelola partai dan etika kekuasaan. Ia mengingatkan Musda seharusnya menjadi ruang konsolidasi dan demokrasi internal, bukan legitimasi konflik. Kehadirannya dalam rapat persiapan Musda menegaskan bahwa dinamika dan konflik internal Golkar Lampung Tengah masih berlangsung dan berpotensi memanas.
DENI FERNANDO








