RKPD Waykanan 2027, Wagub Jihan Soroti Birokrasi ‘Akuarium’
Wagub Lampung Jihan Nurlela membuka Musrenbang RKPD Way Kanan 2027 dan menyoroti transparansi birokrasi yang diibaratkan seperti “akuarium”. Pemprov juga menggelontorkan Rp178,5 miliar untuk pembangunan infrastruktur.
WAYKANAN – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Waykanan Tahun 2027 di Gedung Serba Guna (GSG) Komplek Perkantoran Pemkab Waykanan, Selasa (10/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Jihan mengapresiasi capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Waykanan di bawah kepemimpinan Bupati Ayu Asalasiyah, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Waykanan pada tahun 2025 mencapai 5,34 persen, angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung maupun nasional.
“Kontribusi terbesar berasal dari sektor pertanian yang menjadi sektor vital. Sudah patut dan layak jika Pemerintah Provinsi Lampung memberikan fokus pembangunan lebih besar kepada Kabupaten Waykanan,” ujar Jihan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp178,5 miliar pada tahun 2026 untuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Bumi Ramik Ragom.
Melalui anggaran tersebut, pemerintah menargetkan kemantapan ruas jalan provinsi di Waykanan meningkat hingga 67,10 persen pada akhir 2026.
Selain pembangunan infrastruktur, Wagub Jihan juga menekankan pentingnya hilirisasi produk pertanian melalui program “Desaku Maju”. Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian agar dapat dinikmati langsung oleh masyarakat desa.
Menurutnya, Pemprov Lampung telah menyiapkan instrumen hilirisasi di 57 desa di Waykanan, termasuk penyediaan fasilitas dryer dan Rice Milling Unit (RMU) yang dikelola oleh sumber daya manusia lokal.
“Kami menyiapkan instrumen hilirisasi pertanian di desa-desa, sehingga nilai tambah hasil produksi bisa dinikmati langsung oleh masyarakat setempat,” jelasnya.
Di sisi lain, Jihan juga memberikan pesan tegas terkait integritas aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia mengibaratkan birokrasi saat ini bekerja dalam sebuah “akuarium” yang transparan di mata publik.
“Kolaborasi tanpa integritas tidak akan menghasilkan kepercayaan publik. Kita ini seperti berada di etalase, di akuarium yang transparan. Masyarakat bisa melihat bagaimana kita bekerja,” tegasnya.
Menutup arahannya, Wagub Jihan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan daerah dengan visi besar Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan Waykanan sebagai superhub agroindustri di jalur tengah Sumatera.
Ia berharap Musrenbang tersebut mampu menghasilkan program pembangunan yang konkret, terukur, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Musrenbang tersebut turut dihadiri Bupati Waykanan Ayu Asalasiyah, anggota DPRD Provinsi Lampung, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Waykanan, para kepala OPD, serta tokoh masyarakat.
REDAKSI








