Pantauan Kenaikan Harga Komoditas di Kota Bandarlampung Dalam Batas Wajar

Pantauan Kenaikan Harga  Komoditas di Kota Bandarlampung Dalam Batas Wajar
Foto (Istimewa)

Bandar Lampung -  Monologis.id. Kenaikan harga daging sapi mulai terjadi di sejumlah pasar tradisional di Bandar Lampung. Meski demikian, Dinas Perdagangan kota Bandar Lampung setempat memastikan lonjakan tersebut masih dalam batas wajar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin membenarkan adanya kenaikan harga daging sapi. Namun ia menegaskan, kenaikan tersebut belum signifikan.

"Kalau pun mengalami kenaikan sekitar 4 persen," ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Erwin memastikan stok daging sapi di Bandar Lampung dalam kondisi aman hingga Hari Raya Idul Fitri.  Pihaknya juga terus melakukan monitoring harga di pasaran guna mengantisipasi lonjakan yang lebih tinggi. Untuk menekan potensi kenaikan harga sembako selama Ramadan hingga Idul Fitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung akan menggelar pasar murah sebanyak tiga kali.

"Pasar murah tahap pertama dijadwalkan pada (26/2), Kemudian (5/3) dan (12/3)," ujarnya.

Kegiatan ini akan digelar secara bergilir di 20 kecamatan yang tersebar di Kota Bandar Lampung. Berbagai kebutuhan pokok disiapkan dalam pasar murah tersebut, di antaranya beras, gula pasir, minyak goreng, telur, dan tepung terigu. Seluruh komoditas yang dijual telah mendapat subsidi dari pemerintah daerah, sehingga harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga pasar.

"Dengan subsidi ini, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," kata Erwin.

Ia menambahkan, selain menggelar pasar murah, Pemkot juga rutin memantau perkembangan harga bahan pokok di pasaran. Terkait ketersediaan barang, Erwin memastikan stok sembako di Bandar Lampung mencukupi hingga Lebaran.

"Stok masih aman sampai Lebaran. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan sembako," tegasnya.

Melalui program pasar murah ini, Pemkot Bandar Lampung berharap dapat menekan potensi inflasi selama Ramadan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok agar dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang.