Gapura Recycle Buah Kenangan Mahasiswa KKN Unila di Keagungan Dalam Mesuji

Gapura Recycle Buah Kenangan Mahasiswa KKN Unila di Keagungan Dalam Mesuji
Para Mahasiswa KKN Unila Saat berpose di Depan Gapura Hasil Karya Mereka di Desa Keagungan Dalam Mesuji (Foto:Istimewa)

Mesuji,- Monologis.id.  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Lampung tidak hanya membawa inovasi pertanian, tetapi juga meninggalkan jejak kreatifitas yang tak terlupakan di Desa Kagungan Dalam, Kecamatan Tanjung Raya. Pada Jum'at (9/02/2024). Sebagai bagian dari program KKN, mereka tidak hanya menciptakan purwarupa hidroponik dan Rumah Tanaman Hortikultura, tetapi juga mengubah ban yang tidak terpakai menjadi sebuah gapura sebagai bukti fisik kesan mereka selama melaksanakan kegiatan KKN di Desa Kagungan Dalam.
Inisiatif ini tidak hanya menghadirkan elemen visual tetapi juga memberikan nilai tambah estetika bagi masyarakat desa.

Nando Kurniawan, Seksi Hubungan Masyarakat kelompok KKN Desa Kagungan Dalam, menjelaskan bahwa ide ini muncul sebagai bentuk pemanfaatan limbah yang kreatif. "Mesuji identik dengan pertanian dan perkebunannya,namun kami berpikir untuk tidak hanya memberikan sosialisasi dan pemahaman dalam pertanian modern saja, tetapi juga meninggalkan sesuatu yang dapat diingat oleh masyarakat desa. Ban bekas yang kami ubah menjadi gapura ini bukan hanya sekadar dekorasi, tetapi juga sebagai simbol keberlanjutan, bahwa hal-hal yang dianggap tidak terpakai masih bisa diubah menjadi sesuatu yang berguna," ungkap Nando.

Selain menciptakan gapura, kelompok KKN ini juga terus mengajak masyarakat setempat untuk terlibat dalam kegiatan kreatif yang mendorong kesadaran akan pentingnya daur ulang dan pemanfaatan sumber daya yang ada di sekitar mereka.
Rahmat Fitriansyah, sebagai seksi Publikasi dan Dokumentasi Kelompok KKN Desa Kagungan Dalam turut menyatakan, "Proyek ini tidak hanya memberikan pandangan baru terhadap limbah, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat desa. Kami berharap bahwa gapura ini tidak hanya menjadi penanda fisik, tetapi juga sebagai simbol kolaborasi dan kreativitas antara mahasiswa dan masyarakat desa Kagungan Dalam."

Inisiatif kreatif ini menjadi bukti bahwa KKN tidak hanya membawa perubahan dalam bidang pertanian, tetapi juga mendorong kesadaran akan lingkungan dan keberlanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal.