DPRD Tulangbawang Barat Soroti IB Kambing, Minta Sistem Percontohan
DPRD Tulangbawang Barat menyoroti program Inseminasi Buatan kambing yang dinilai belum terukur dan mengusulkan sistem percontohan serta optimalisasi pasar kambing untuk peningkatan PAD.
TULANGBAWANG BARAT — Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Tulangbawang Barat, Arif Nurohman, mengusulkan agar program Inseminasi Buatan (IB) pada hewan ternak, khususnya kambing, difokuskan melalui sistem percontohan agar hasilnya dapat dipantau dan dievaluasi secara jelas.
Usulan tersebut disampaikan Arif saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tumijajar, Rabu (28/1/2026).
Arif menilai pelaksanaan program IB pada tahun sebelumnya belum menunjukkan hasil yang terukur. Meski ribuan dosis IB telah disalurkan ke berbagai wilayah di Tulangbawang Barat, pemerintah daerah dinilai belum memiliki data konkret terkait keberhasilan program tersebut.
“IB yang sudah disalurkan tahun lalu tidak bisa kita lihat hasilnya. Padahal dosis yang disebarkan jumlahnya cukup besar,” ujar Arif.
Menurutnya, ke depan program IB tidak cukup hanya menyalurkan dosis inseminasi. Pemerintah daerah juga perlu menyediakan ternak kambing sebagai bagian dari program, sehingga output IB dapat dipantau secara pasti.
“Bukan hanya obatnya, tapi kambingnya juga harus disiapkan. Dengan begitu kita tahu hasil dari program IB tersebut,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, salah satu kendala utama selama ini adalah ternak yang telah dilakukan IB kerap dijual oleh peternak sebelum hasilnya dapat diketahui, sehingga menyulitkan evaluasi program.
“Setelah di-IB, kambingnya belum sempat dipantau sudah dijual. Akibatnya kita tidak punya data keberhasilan,” jelasnya.
Untuk itu, Arif mengusulkan pembentukan satu kelompok ternak percontohan yang diberikan kambing sekaligus dilakukan IB, sehingga hasil program dapat diawasi dan dievaluasi secara menyeluruh.
Selain program IB, Arif juga mengusulkan agar Pasar Kambing di Tiyuh Daya Murni, Kecamatan Tumijajar, dikenakan kontribusi resmi sebagai upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, usulan tersebut telah dikoordinasikan dengan para pedagang dan mendapat respons positif. Ia meminta dinas terkait segera mengkaji kebijakan tersebut mengingat aktivitas pasar kambing berlangsung hingga tiga kali dalam sepekan.
“Potensi ini perlu dikelola dengan baik karena dapat menambah PAD untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Tubaba,” pungkasnya.








