Tamanuri Mantan Pj Pertama dan Bupati Dua Periode Way Kanan, Wafat

Tamanuri Mantan Pj Pertama dan Bupati Dua Periode Way Kanan, Wafat
Foto (Istimewa)

Monologis.id – Berita duka mewarnai kebahagiaan hari raya idul fitri 1447 H ini, tokoh pendirian kabupaten way kanan dan Bupati pertama dua periode yakni Tamanuri berpulang ke rahmatulloh pada senin (23/03/2026).

Hal ini disampaikan langsung oleh Agung Mangkunegara putra almarhum yang juga mantan bupati lampung utara ini lewat pesan berantai di beberapa grup platform pesan digital.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, telah meninggal dunia orang tua kami/kakek/buyut kami Tamanuri bin Hakim Raja Hukum pada hari senin tgl 23 Maret 2026 pukul 7.30 wib di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta” jelas Agung dalam Pesan tersebut.

Selain ini agung pun mengungkapkan bahwa jenazah ayahanda nya akan di semayamkan di rumah duka di seputara Way Halim Bandarlampung.

‘jenazah akan di semayamkan di rumah duka jalan sultan agung no F6 way halim Bandar Lampung” paparnya.

Seraya memberikan informasi terkait berita duka ayahanda, Agung pun meminta keikhlasan dan permintaan maaf atas kekhilafan dan kesalahan beliau semasa hidup.

“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup serta mohon doa dari bapak/ibu sekalian, semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT”imbuhnya

Diakhir pesan tersebut Agung menjelaskan bahwa untuk proses pemakaman akan diinformasikan lebih lanjut.

Politisi Birokrasi Dengan Jam Terbang Tinggi

Dengan pengalaman panjang di dunia birokrasi dan pemerintahan daerah, Drs. H. Tamanuri, M.M., telah menorehkan jejak signifikan dalam pembangunan di Provinsi Lampung. Pria kelahiran 8 Agustus 1952 ini, yang akrab disapa Tamanuri, tidak hanya dikenal sebagai mantan Bupati Way Kanan selama dua periode (2000-2010), tetapi juga sebagai representasi aspirasi masyarakat di tingkat nasional.

Peran Tamanuri dalam membangun sinergi antar daerah juga patut diapresiasi. Pada tahun 2002, ia menjadi salah satu inisiator berdirinya Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Kontribusinya tidak berhenti di situ, ia dipercaya untuk memimpin organisasi penting ini hingga tahun 2010, sebuah amanah yang dijalankannya dengan dedikasi tinggi.

Perjalanan hidup Tamanuri diperkaya dengan latar belakang pendidikan yang solid. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Ketapang, Lampung, dilanjutkan ke SMP Negeri 2 Bandar Lampung, dan SMA Negeri 1 Bandar Lampung. Jenjang pendidikan tinggi ia selesaikan di APDN Tanjung Karang, Lampung, sebelum akhirnya meraih gelar Magister Manajemen di STIA LAN. Riwayat pekerjaannya pun tak kalah impresif, dimulai sebagai Pegawai Negeri Sipil/Birokrat dari tahun 1977 hingga 1998, sebelum kemudian mengabdikan diri sebagai Bupati Way Kanan selama dua periode.

Berbagai kursus dan diklat kepemimpinan yang diikutinya, seperti SPADYA, SPAMEN, dan SUSPIM, semakin mematangkan kapasitasnya sebagai pemimpin. Tak heran, berbagai penghargaan prestisius telah diraihnya, termasuk Manggala Karya Kencana dari BKKBN, Satyalancana Wira Karya, Satyalancana Satya Presiden, Satyalancana Pembangunan, Lencana Melati Kwarnas Pramuka, hingga Bintang Legiun-Veteran RI. Penghargaan-penghargaan ini menjadi saksi bisu atas dedikasi dan pengabdiannya yang luar biasa kepada bangsa dan negara.

Kiprahnya di panggung politik berlanjut saat Pemilu 2014, di mana ia terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Partai Nasdem. Dapilnya, Lampung II, mencakup wilayah yang luas dan beragam, yakni Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Mesuji, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, dan Kabupaten Way Kanan. Ini membuktikan kepercayaan besar yang diberikan konstituen kepadanya.

Bagi Tamanuri, pengalaman memimpin di tingkat daerah menjadi bekal berharga dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Ia melihat langsung dinamika dan kebutuhan di akar rumput, yang kemudian ia bawa sebagai landasan pemikiran untuk sistem pemerintahan yang lebih efektif. Kini, aspirasi tersebut menemukan saluran perjuangan yang nyata di Komisi II DPR RI. Ia berkomitmen untuk mengawal berbagai isu krusial seperti pemekaran wilayah, pembentukan daerah otonom baru, hingga perbaikan mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), sesuai janji yang telah diikrarkan kepada para pemilihnya.