4 Hari, 5 Kebakaran Gegerkan Bandar Lampung
Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung mencatat lima kasus kebakaran dalam empat hari terakhir. Korsleting listrik menjadi penyebab dominan, disusul kebocoran gas dan kelalaian manusia. Warga diminta lebih waspada terhadap instalasi listrik dan penggunaan tabung gas di rumah.
BANDAR LAMPUNG — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung mencatat sedikitnya lima peristiwa kebakaran terjadi dalam kurun waktu empat hari terakhir, mulai 6 hingga 10 Mei 2026.
Rentetan kebakaran tersebut terjadi di sejumlah wilayah berbeda, mulai dari rumah warga, gudang barang bekas, hingga instalasi kabel listrik di jalan raya.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung, Antoni Irawan, membenarkan adanya peningkatan intensitas kebakaran dalam beberapa hari terakhir.
“Benar, dalam empat hari terakhir ada lima laporan kejadian yang kami tangani. Objek yang terbakar bervariasi, mulai dari barang elektronik rumah tangga, gudang barang bekas, hingga kabel pada tiang listrik,” ujar Antoni, Senin (11/5/2026).
Berdasarkan data Damkarmat Bandar Lampung, korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran. Tercatat tiga kejadian dipicu arus pendek listrik.
Peristiwa pertama terjadi pada Senin (6/5/2026) pukul 11.00 WIB di Jalan Mawar 5, Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang. Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah peralatan elektronik rumah tangga seperti kulkas, AC, dan dispenser di area dapur.
Masih di hari yang sama, sekitar pukul 21.57 WIB, kabel listrik di Jalan Purnawirawan Raya, Gunung Terang, turut terbakar akibat korsleting.
Sementara itu, kasus serupa kembali terjadi pada Jumat malam (10/5/2026) di Jalan Untung Suropati, Labuhan Dalam, saat kabel pada tiang listrik terbakar.
“Korsleting listrik ini memang masih mendominasi. Kami meminta warga lebih rutin mengecek beban listrik dan kualitas kabel di rumah masing-masing agar tidak terjadi overload,” jelas Antoni.
Selain masalah kelistrikan, faktor kelalaian manusia juga memicu kebakaran. Pada Kamis (9/5/2026), gudang rongsok sparepart dan plastik di Kelurahan Pesawahan, Teluk Betung Selatan, ludes terbakar diduga akibat aktivitas pembakaran sampah atau puntung rokok di sekitar lokasi.
Kemudian pada Jumat pagi (10/5/2026), sebuah rumah di Jalan RE Martadinata, Teluk Betung Timur, nyaris hangus akibat kebocoran tabung gas saat memasak.
Damkarmat Bandar Lampung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan listrik dan gas di rumah maupun tempat usaha.
“Kami mengimbau pemilik usaha atau gudang memperketat aturan larangan merokok atau membakar sampah di area kerja. Untuk ibu rumah tangga, pastikan regulator gas terpasang aman dan rutin dicek,” tambahnya.
Antoni memastikan personel Damkarmat tetap bersiaga selama 24 jam guna merespons laporan masyarakat.
“Jangan menunggu api membesar. Segera lapor agar penanganan bisa dilakukan cepat demi meminimalisir kerugian materiil maupun korban jiwa,” pungkasnya.










