PRIMA Warning! Narasi Krisis Dinilai Ancam Ekonomi

Partai PRIMA menilai narasi krisis dan wacana pemakzulan presiden berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar di tengah tekanan global.

PRIMA Warning! Narasi Krisis Dinilai Ancam Ekonomi
Bendahara Umum DPP PRIMA, Achmad Herwandi | Foto: Istimewa

JAKARTA — Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) mengingatkan bahaya narasi krisis ekonomi dan wacana politik ekstrem yang dinilai dapat mengguncang stabilitas nasional di tengah situasi global yang tidak menentu.

Bendahara Umum DPP PRIMA, Achmad Herwandi, menilai dunia saat ini sedang menghadapi tekanan berat, mulai dari konflik Rusia–Ukraina hingga ketegangan di jalur energi strategis seperti Selat Hormuz.

Namun, di tengah situasi tersebut, ia menyoroti munculnya narasi dalam negeri yang justru menggambarkan Indonesia berada di ambang krisis.

“Ini bukan hanya keliru, tapi berbahaya. Narasi seperti ini merusak kepercayaan publik dan bisa mengganggu psikologi pasar,” ujarnya.

PRIMA juga menyoroti munculnya wacana pemakzulan presiden yang dinilai berpotensi memperkeruh stabilitas politik nasional.

Menurut Herwandi, dalam sistem ekonomi modern, persepsi memiliki dampak besar terhadap kondisi riil. Ketika kepercayaan melemah, investasi berpotensi tertahan, konsumsi menurun, dan pertumbuhan ekonomi bisa melambat.

Di sisi lain, PRIMA menilai indikator ekonomi nasional justru menunjukkan tren positif. Pemerintah mencatat pendapatan negara hingga Maret 2026 mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, kebijakan energi seperti rencana mandatori B50 yang akan berlaku nasional mulai Juli 2026 dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat industri dalam negeri.

Herwandi juga menyoroti stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri yang relatif terjaga, berbeda dengan sejumlah negara lain yang telah melakukan penyesuaian harga di tengah krisis energi global.

Meski demikian, PRIMA menegaskan bahwa seluruh capaian ekonomi tersebut sangat bergantung pada stabilitas politik dan persatuan nasional.

“Tidak ada negara yang bisa kuat jika terpecah. Stabilitas adalah fondasi utama ekonomi,” tegasnya.

PRIMA pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas dan tidak menyebarkan narasi yang berpotensi melemahkan kepercayaan publik di tengah tantangan global.