Muli Mekhanai Jadi Senjata Pariwisata Lamsel
Pemilihan Muli Mekhanai 2026 di Lampung Selatan diarahkan jadi strategi serius promosi pariwisata dan penggerak ekonomi berbasis budaya.
LAMPUNG SELATAN — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mulai menggeser fungsi ajang Pemilihan Muli Mekhanai dari sekadar kompetisi tahunan menjadi instrumen strategis untuk mendorong promosi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebanyak 65 generasi muda resmi mengikuti ajang Pemilihan Muli Mekhanai Lampung Selatan 2026 yang dibuka di Kalianda, Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mencetak duta wisata yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga memiliki kapasitas dalam mempromosikan potensi daerah.
Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Supriyanto, menegaskan bahwa peserta membawa tanggung jawab besar sebagai representasi daerah di ruang publik.
“Yang dibawa bukan hanya nama pribadi, tetapi nama daerah. Mereka harus mampu tampil modern tanpa meninggalkan jati diri budaya,” ujarnya.
Tema tahun ini, “From Beauty to Excellence”, mencerminkan perubahan orientasi penilaian yang tidak lagi bertumpu pada aspek estetika, melainkan kualitas diri, wawasan, serta kemampuan komunikasi.
Para peserta akan mengikuti pembekalan intensif sebelum grand final, sebagai bagian dari penguatan kapasitas untuk menjadi duta wisata yang kompeten.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan, I Nyoman Setiawan, menyebut ajang ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat promosi pariwisata berbasis budaya.
Menurutnya, Muli Mekhanai memiliki peran penting sebagai wajah daerah yang mampu menjembatani nilai tradisi dengan dinamika generasi muda.
“Ini bukan sekadar seremoni, tapi bagian dari strategi promosi pariwisata. Finalis diharapkan bisa berkontribusi nyata dalam pengembangan sektor ini,” ujarnya.
Pemkab Lampung Selatan sendiri menargetkan sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah, dengan fokus pada dampak langsung seperti penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, hingga pengembangan desa wisata.
Melalui ajang ini, pemerintah berharap lahir figur muda yang mampu mempromosikan Lampung Selatan secara kreatif dan adaptif, sekaligus memperkuat daya saing daerah di sektor pariwisata.










