Konglomerasi Financial Iran

Konglomerasi Financial Iran
Foto (Istimewa)

Iran selama embargo menjalan ekonomi, tidak Cuma bertahan tapi juga bagaimana mereka mengembangkannya.

Oleh : Erizeli *)

“ Bagaimana Iran membiayai militernya. Dari perang ini keliatan Irang memang membangun Industri Alutista yang sangat besar. Padahal Iran di embargo dan menghadapi krisis moneter berkepanjangan. “ Tanya teman. Saya tersenyum. Teman ini pasti nadanya menuduh China dan Rusia membiayai. Itu paranoid akibat kebiasaan hidup bergantung dengan pihak lain.

“ Kamu tahu. “ Kata saya. “ Produksi minyak Iran itu 5 juta barel per hari. Yang bisa dia jual hanya 1,5 juta. Oil for food dari PBB. Nah sisanya kemana ? kan enga mungkin dia pakai sendiri. Ya sisanya itu dia jual lewat shadow fleet, shadow banker. “ Kata saya.

“ Apa bisa sebesar itu kemampuan menjualnya? Pasti rugi kalau jual black market “ katanya. Lagi lagi pemahaman di dunia yang terbiasa sesuatu yang dianggap illegal harganya murah. Emang barang curian!

“ Crude itu black dollar, petro dollar. Sama dengan uang cash. Sama dengan emas. Justru karena diembargo mudah masuk ke lingkaran pemain shadow banker. Mudah dapatkan akses market, perbankan dan tekhnologi” Kata saya. Pasti dia engga paham.

“Oh I see “ Katanya berusaha paham” Terus gimana operasionalnya?

“ Di iran itu ada nama konglomerat shadow company, namanya Execution of Imam Khomeini’s Order (EIKO). Didirikan tahun 1989. Ini semacam SPV ( special porpose vehicle ). Tidak ada nama mentereng dan tidak ada publikasi. Dari EIKO ini, tercipta banyak Shadow holding mengelola banyak anak usaha tersebar di seluruh dunia. Nah masing masing Shadow holding itu beroperasi sangat rahasia dibawah UU Trustee Inggris dan British Commetwalth. Mereka mengelola anak usaha yang terdaftar resmi di beberapa negara lewat proxy. “

“ Wah rumit ya.” Kata teman. “ terus, apa kelebihannya?

“ Contoh mengapa China, Rusia dan negara lain berani counter trade dengan Iran? Itu karena ada shadow banker di Dubai, Singapore dan Hong Kong yang menjamin resiko fluktuasi harga dan likuiditas. Sehingga dokumen cargo counter trade dengan iran laku di pasar keuangan global lewat derivative tersamarkan. Dan orang tertarik karena bebas pajak.” Kata saya tersenyum.

Teman terdiam.

“ Dari system seperti itu, bertahun tahun, Iran mengumpulkan sumber daya modal lewat leverage untuk ketahanan ekonomi domestic. Dan yang membuat dia sustain dari tekanan embargo, bukan hanya kecerdasan financial, tetapi karena mereka tidak membelanjakan uangnya untuk kesenangan dunia. Tetapi untuk bertahan dan bersyukur kepada Tuhan.” Kata saya.

Teman itu mengangguk. “ Baru jelas sekarang. Ingat dulu tahun 2012 terbongkar skandal di London melibatkan Standar chartered bank dengan nilai USD 250 miliar terkait dengan Iran connection. Hasil penyelidikan hanya menghukum denda standar chartered bank, tidak menindak ribuan SPV yang terlibat.Karena ternyata mereka bebas berkat dukungan White house dan Kongress AS yang mendapatkan komisi dari transaksi itu.”

Saya tersenyum “ Kamu tahu” kata saya.” Karena skandal itu lebih USD 100 miliar utang SPV kepada beberapa bank di Eropa dan AS hangus dan uangnya berpindah ke SPV lain atas perintah Taheran” Sambung saya.

“ Memang Iran bangsa hebat. “ Kata teman bengong.” Artinya embargo itu sebenarnya bisnis para Elite iran jual 1 dapatnya 3 dan berhutang tanpa harus bayar. Ya Namanya pasar gelap. Sedikit kebuka, jeopadis, force majeur..”

Saya senyum aja. Data terakhir yang saya tahu. Total asset luar negeri Iran dibawah SPV, 5 kali dari total Asset luar negeri Arab..20 kali dari asset luar negeri Indonesia.

*) Praktisi Bisnis Dan Blogger Aktif