GURLA AI tak Pusingkan Cagub yang Dibandari Oligarki

GURLA AI tak Pusingkan Cagub yang Dibandari Oligarki
Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG-Selalu ada cukong besar yang menjadi penyandang dana untuk calon kepala daerah di Pemilihan Gubernur Lampung dua edisi terdahulu.

Di Pilgub Lampung 2024, sudah tersiar kabar ada tokoh yang akan maju dan dibandari oleh oligarki yang memiliki kekuatan finance seperti dinosaurus.

Namun, Pasangan Calon Gubernur (Paslongub) Rakyat Lampung Ahmad-Ikhsan (GURLA AI) jalur independen tak ambil pusing dengan kabar tersebut.

Ahmad Muslimin menegaskan, dia bersama pasangannya akan terus bergerak maju bersama rakyat untuk memformat ulang kepemimpinan di Lampung.

“GURLA AI lebih fokus pada gerakan pemenuhan persyaratan pendaftaran calon kepala daerah Independen yang akan di gelar pada 5 Mei sampai 19 Agustus 2024 akan datang,” tegas Ahmad, melalui keterangan tertulis, Kamis (25/4/2024).

Kata dia, Ahmad-Ikhsan Terbuka, Otomatisasi, Kolaborasi, Ekosistem Nusantara (AI TOKEN) bergerak maju bersama rakyat.

“GURLA AI juga dalam pergerakannya membuat program khusus yang di tuangkan dalam MindMap pembangunan platform AI KRIPTO yang akan hasilkan produk untililtas AI TOKEN,” kata Ahmad.

Dia menjelaskan, di dalam MindMap AI KRIPTO juga ada blusukan online dan literasi digital yang di dalamnya ada pelatihan seni budaya dan sekolah kearifan lokal.

“Adanya pelatihan seni budaya dan sekolah kearifan lokal karena GURLA AI menyoroti perkembangan, seni budaya ada mengalami pergeseran pemaknaan, terutama pada zaman  postmodernisme,” tutur Ahmad.

Sehingga pada zaman saat ini seni budaya nyaris tak beraturan, bebas dari ketentuan-ketentuan, bahkan yang lebih menggila bahwa seni budaya di materialisasi sejalan dengan pola pikir liberalisme dan kapitalisme.

Sehingga materialisasi seni budaya dan sosial politik ala masyarakat Borjuis telah banyak membonsai kreatifitas para seniman dan seni budaya Indonesia secara umum dan seni budaya daerah Lampung secara khusus.

Karna kondisi seni budaya dalam keadaan tersebut di atas maka secara mendasar penting di adakan pelatihan seni budaya dan sekolah kearifan lokal.

“Mindmap platform AI KRIPTO GURLA AI pada sektor seni budaya dan kearifan di buat, karna GURLA AI meyakini Indonesia yang kaya seni budaya yang terjaga dalam kearifan lokal yang lahir sejak era Nusantara, telah tercatat dalam sejarah dunia dan di buktikan pada warisan seni budaya dan kearifan lokal yang kini ada. Telah menunjukan bahwa seni budaya dan kearifan lokal tak pernah mati. Maka seni budaya dan kearifan lokal harus tetap di letakkan sebagai sesuatu yang sejalan dengan tujuan hidup manusia di muka bumi Indonesia,” pungkasnya.