Warga Panaragan Jaya Gotong Royong Cor Jalan Lingkungan Secara Swadaya

Warga Panaragan Jaya Gotong Royong Cor Jalan Lingkungan Secara Swadaya
Foto (Istimewa)

TULANG BAWANG BARAT – Monologis.id. Warga Lingkungan I RK 001/RT 004, Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, bersatu padu melaksanakan gotong royong pengecoran jalan lingkungan secara swadaya, Selasa (17/02/2026).

Ketua RT setempat, Siman (46), mengatakan kegiatan tersebut merupakan respons atas keinginan warga yang menginginkan perbaikan jalan yang dinilai sudah membahayakan keselamatan pengguna.

“Saya merespons keinginan warga untuk melaksanakan pengecoran jalan yang memang sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan masyarakat pengguna jalan, terutama kami para petani karet (penderes) yang beraktivitas pagi-pagi sebelum subuh. Banyak jalan berlubang tergenang air hujan dan penerangan jalan sangat minim,” ujarnya.

Menurut Siman, seluruh pembiayaan kegiatan tersebut murni hasil patungan atau swadaya masyarakat. Dana dan material dikumpulkan dari kesadaran kolektif warga akan pentingnya infrastruktur yang memadai guna menunjang aktivitas sehari-hari, terlebih mayoritas warga berprofesi sebagai petani yang membutuhkan akses jalan yang layak.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Edison, menegaskan bahwa langkah pengecoran jalan ini merupakan hasil kesepakatan bersama tanpa adanya paksaan.

“Ini hasil kesepakatan warga yang lahir dari kesadaran dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat yang melintasi jalan ini. Jalan II ini juga merupakan akses pendidikan karena menuju ke SMAN 1 TBT dan SDN 40, sehingga banyak anak sekolah yang melintas. Warga secara sukarela patungan, ada yang menyumbang semen, batu, dan pasir,” tegasnya.

Ia menambahkan, kerusakan Jalan II Panaragan Jaya sudah berlangsung lama dan sangat mengganggu aktivitas warga, khususnya petani karet yang mulai bekerja sejak dini hari dalam kondisi gelap dengan penerangan jalan yang minim.

“Jalan ini sudah lama tidak diperbaiki dan rawan menimbulkan kecelakaan. Sebelum subuh masyarakat sudah beraktivitas, sementara jalan berlubang dan minim penerangan,” ungkap Edison.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat lainnya, Agus Tomi. Ia menyebut jalan yang diperbaiki tersebut merupakan akses alternatif vital. Apabila terjadi penutupan di jalan utama Panaragan Jaya menuju Pulung Kencana, maka Jalan II menjadi satu-satunya jalur terdekat yang bisa digunakan warga.

Warga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah agar perbaikan jalan dapat dilakukan secara menyeluruh dan permanen, demi menunjang keselamatan serta kelancaran aktivitas masyarakat setempat.

“Jalan lingkungan yang kami perbaiki ini juga disebut Jalan II. Ini akses alternatif satu-satunya yang terdekat jika jalan utama Panaragan arah Pulung Kencana ditutup. Kami berharap tahun ini pemerintah Tubaba dapat segera memperbaikinya secara permanen, karena pengecoran swadaya ini sifatnya sementara, mungkin hanya bertahan sekitar satu sampai dua bulan,” imbuhnya