Dana Bumdes Raib, Warga Minta APH Lakukan Pemeriksaan

Dana Bumdes Raib, Warga Minta APH Lakukan Pemeriksaan
Foto: Ilustrasi/Istimewa

LAMPUNG UTARA-Masyarakat mempertanyakan dana yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Karang Rejo, Kecamatan Sungkai Selatan, Lampung Utara, yang diduga raib.

Pasalnya, Bumdes tersebut sudah tiga tahun terakhir tidak beraktivitas. Sedangkan laporan realisasi pertanggungjawaban terhadap uang ratusan juta tersebut tidak pernah dilaksanakan oleh pengurus.

"Uang Bumdes milik masyarakat itu enggak jelas kemana. Diduga uang itu sudah habis untuk kepentingan pribadi (pengurus)," uang warga setempat yang minta namanya dirahasiakan.

Menurut warga lainnya, dana yang dikelola pengurus Bumdes dan mantan kades lama (Jubaidi) tidak memiliki transparansi terhadap masyarakat sehingga sangat rawan akan penyimpangan.

"Pengurus enggak jelas bang, setahu kami ibu Desi merupakan direktur Bumdes yang sekarang menjabat sebagai sekretaris desa, coba ditanya ke orangnya," pinta narasumber.

Menanggapi itu, Kepala Desa (Kades) Karang Rejo, Wiwik Isturina menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu secara rinci terkait pengelolaan Bumdes itu karena tidak memiliki pengurus.

"Saya enggak tahu siapa ketuanya (Bumdes) karena itu jaman lurah (kades.red) lama bukan jaman saya, coba tanya sekdes nanti," ujar kades terkesan lepas tanggung jawab.

Terpisah Sekretaris Desa Karang Rejo, Desi menjelaskan bahwa hal itu hanya kesalahpahaman dan dirinya mengaku tidak pernah menjabat sebagai direktur Bumdes Karang Rejo namun ketika Bumdes masih aktif beroperasi dirinya mengetahui persis karena menjabat sebagai Kaur bagian keuangan desa.

"Saya waktu itu telah menjadi perangkat desa bagian keuangan, jadi tahu persis kalau Bumdes itu bukan hilang tidak jelas namun memang karena keuntungan usaha habis karena biaya operasional (gaji) pengurus Bumdes dan sebagian aset masih ada," jelas Desi, Senin (13/11/2023).

Dijelaskan juga bahwa total penyertaan modal Bumdes tahun 2017 dan 2018 adalah Rp103 juta dan bergerak di bidang usaha warung sembako dan isi ulang air minum.

"Tidak semua uang dalam bentuk modal dong, ada aset yang dibeli dan masih ada bahkan bahan sembako semenjak tutup juga banyak dimakan tikus," imbuhnya.

Desi juga mengakui bahwa masih terdapat saldo Bumdes berupa uang tunai Rp5 juta direkening Bumdes dengan pembukuan laporan yang tertib.

"Pihak Inspektorat juga beberapa kali melakukan pemeriksaan usaha Bumdes, terakhir 2018 dan tidak ada masalah," pungkasnya.