Rehab Gedung SMAN 2 Tulangbawang Barat Diduga Pakai Material Bekas

Rehab Gedung SMAN 2 Tulangbawang Barat Diduga Pakai Material Bekas
Foto: Rosid/monologis.id

TULANGBAWANG BARAT–Rehabilitas gedung Sekolah Menengah Atas (SMAN) 2 Tulangbawang Barat yang berlokasi di Tiyuh (Desa) Margakencana, Kecamatan Tulangbawang Udik, diduga menggunakan material bekas. 

Hal ini disinyalir ulah oknum rekanan proyek tersebut.

Penggunaan material bekas tersebut dibenarkan Parjo, salah seorang pekerja.

Menurutnya, pekerjaan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi. Parjo mengaku dirinya hanya seorang pekerja yang berasal dari Lampung Timur.

“Untuk jenis pekerjaan merupakan rehab. Total ada 5 ruangan yang dilakukan rehab terdiri dari ruang kelas, ruang guru dan ruang kepala sekolah,” ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi pada Senin (16/10/2023) kemarin.

Dia menjelaskan, untuk pemasangan rangka baja dan plafon, material ada yang ditambah ada yang tidak.

“Namanya rehab tambal sulam. Materialnya memang ada yang baru dan ada yang bekas (lama). Yang perlu diganti maka kita ganti, kalau yang masih bisa dipakai ya kita pakai,” kata Parjo.

Diuangkapkannya, pekerjaan rehab tersebut banyak yang diubah dari bentuk semula, seperti atap dari limas ke pelana, dan menggunakan atap genteng metal polos. Sehingga ada penambahan bata untuk gunung-gunung nya.

Rehab ruangan tersebut kata dia, selain bagian atap juga ada pengecatan tembok, mengganti kusen pintu dan jendela yang sudah rusak, serta mengganti beberapa keramik yang sudah pecah.

"Kami disini harian, untuk ongkos tukang 200 ribu, pembantu tukangnya 175 ribu, penanggung jawab pekerjaan ini Bu Eka, Calon Anggota Legislatif dari Bandarlampung," urainya.

Sementara itu, kepala SMAN 2 Nurkholis, mengaku tidak mengetahui terkait material bekas yang digunakan pihak rekanan.

"Saya tidak tahu, apakah dalam RAB nya memang demikian atau tidak, karena kita hanya menerima bantuan rehab beberapa ruang  gedung saja, soal yang mengerjakan itu langsung rekanan," kata Nurkholis via telepon.

Diketahui, pekerjaan senilai Rp826.267.924 tersebut bersumber dari DAK 2023, dikerjakan oleh Cv. D'jaya Pratama dengan Nomor Kontrak 020/2152/SPK/V.01/DP.1/2023 sejak tanggal 12 Juli 2023 masa waktu pelaksanaan 120 hari kalender.

Berdasar pantauan di lapangan, seluruh pekerja juga tidak menggunakan alat Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja atau K3.