PSOI Minta WSL Krui Pro Jadi Agenda Event Nasional

PSOI Minta WSL Krui Pro Jadi Agenda Event Nasional
Foto: Novan Erson/monologis.id

PESISIR BARAT-Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) meminta pemerintah pusat melalui kementerian terkaitnya tidak hanya menjadikan gelaran World Surf League (WSL) Krui Pro dengan Qualifying Series (QS) 5000 sebagai rangkaian event nasional sebatas wacana.

Hal itu ditegaskan Sekjen PSOI, Tipi Jabrik, disela-sela penutupan WSL Krui Pro 2024 di Pantai Tanjungsetia Kecamatan Pesisir Selatan, Pesisir Barat, Lampung, Selasa (4-6-2024).

Menurut Tipi, sudah saatnya pemerintah pusat untuk segera mengambil alih dan menjadikan rangkaian kegiatan WSL Krui Pro sebagai event nasional. "Ayo dong, jangan hanya sebatas wacana saja. Sudah seharusnya lomba surfing yang melibatkan para peserta dari dunia internasional ini dieksekusi dan dijadikan event nasional pada pelaksanaan WSL Krui Pro 2025 nanti," tegas Tipi berapi-api.

"Kalau masalah surfing Saya berhak untuk bicara. Tapi kalau masalah anggarannya itu diluar kewenangan saya," imbuhnya.

Tipi berpandangan bahwa potensi surfing di Pesisir Barat, layaknya mutiara yang belum terasah. Dan untuk itu, Ia meminta andil pemerintah pusat dalam upaya memaksimalkan potensi tersebut.

"Surfing di Pesisir Barat ini mutiara yang belum terasah. Tidak mungkin para turis mau menempuh perjalanan enam hingga delapan jam untuk ke Pesisir Barat kalau bukan karena memang ombaknya yang bagus untuk bermain surfing," kata dia.

Menurut Tipi, jumlah turis yang berkunjung ke Pesisir Barat diperkirakan akan jauh lebih besar, ketika infrastruktur pendukungnya benar-benar terbangun maksimal.

"Mulai dari transportasi udara, hingga berbagai infrastruktur lainnya harus benar-benar maksimal," tukas Tipi.