Mirza Beber Jalan Rusak dan HIV

Gubernur Lampung buka-bukaan soal ratusan kilometer jalan rusak, lonjakan kasus HIV, hingga strategi ekonomi dan pariwisata di hadapan komunitas motor dan ojol.

Mirza Beber Jalan Rusak dan HIV
Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengungkap sederet persoalan krusial daerah mulai dari ratusan kilometer jalan rusak hingga lonjakan kasus HIV dalam forum terbuka bersama komunitas motor dan pengemudi ojek online, Minggu (12/4/2026).

Dalam kegiatan “Jabat Tangan Ride” di kawasan PKOR Way Halim, Gubernur menyebut kondisi infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Dari total sekitar 1.700 kilometer jalan provinsi, sebanyak 300 hingga 380 kilometer masuk kategori prioritas perbaikan.

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan penanganan titik-titik jalan rusak dapat dituntaskan secara bertahap hingga 2029.

“Yang bolong-bolong ini harus kita bereskan supaya tidak mengganggu mobilitas masyarakat,” ujar Mirza di hadapan ratusan peserta.

Selain infrastruktur, isu kesehatan juga menjadi sorotan. Gubernur mengklarifikasi meningkatnya angka HIV/AIDS di Bandar Lampung. Ia menegaskan lonjakan tersebut bukan semata peningkatan kasus baru, melainkan hasil dari pelacakan masif yang dilakukan pemerintah.

Menurutnya, metode ini mirip dengan penanganan saat pandemi COVID-19, di mana deteksi aktif dilakukan untuk menemukan kasus tersembunyi agar bisa segera ditangani.

“Semakin banyak ditemukan, semakin cepat kita lakukan pencegahan,” tegasnya.

Di sisi ekonomi, Mirza mengklaim pertumbuhan Lampung menunjukkan tren positif pada 2025, didorong kenaikan harga komoditas seperti padi, jagung, dan singkong. Dampaknya terlihat dari peningkatan penjualan kendaraan hingga 20–30 persen.

Pemerintah, lanjutnya, akan memanfaatkan peningkatan penerimaan daerah tersebut untuk membiayai pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan jalan pada 2026.

Tak hanya itu, Gubernur juga menyinggung pentingnya memperbaiki citra keamanan Lampung untuk mendongkrak sektor pariwisata. Ia mengajak masyarakat, khususnya komunitas motor dan ojol, menjadi duta informal dalam membangun persepsi positif daerah.

“Kalau orang merasa aman dan nyaman, mereka akan datang lebih banyak ke Lampung,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi V DPRD Lampung, Puji Sartono, memastikan dukungan legislatif terhadap program prioritas pemerintah daerah, termasuk peningkatan akses kesehatan dan pendidikan vokasi.

Ia menyoroti rencana pembangunan rumah sakit di Pesisir Barat serta program pelatihan keterampilan bagi petani dan lulusan SMA/SMK guna meningkatkan daya saing tenaga kerja.

Acara yang diikuti ratusan komunitas bikers dan ojol tersebut juga dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat peran masyarakat dalam mendukung sektor pariwisata. Gubernur mencatat, kunjungan wisatawan ke Lampung pada 2025 mencapai 25 juta orang, angka yang diklaim melampaui beberapa destinasi utama nasional.