Libatkan Finalis Muli Mekhanai, Zita Anjani Pimpin Aksi Bersih Pantai

Aksi bersih pantai di Lampung Selatan membuka fakta persoalan sampah di destinasi wisata. Pemerintah dorong gerakan masif demi selamatkan pariwisata daerah.

Libatkan Finalis Muli Mekhanai, Zita Anjani Pimpin Aksi Bersih Pantai
Foto: Istimewa

LAMPUNG SELATAN — Persoalan sampah di destinasi wisata kembali menjadi sorotan setelah aksi bersih pantai digelar di kawasan Pantai Semukuk, Desa Pauh Tanjung Iman, Kecamatan Kalianda, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan yang melibatkan finalis Muli Mekhanai Lampung Selatan itu dipimpin langsung oleh Zita Anjani, yang turun langsung memungut sampah bersama peserta.

Aksi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa persoalan kebersihan di kawasan wisata masih menjadi tantangan serius yang berpotensi mengganggu daya tarik pariwisata daerah.

Dalam keterangannya, Zita menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus diperkuat secara sistematis hingga ke tingkat kecamatan, sejalan dengan arahan pemerintah pusat.

“Kita mulai dari tempat wisata. Ke depan, pengelolaan sampah akan diperkuat agar Indonesia semakin bersih,” ujarnya.

Lampung Selatan sendiri dikenal memiliki banyak destinasi pantai unggulan. Namun, tanpa pengelolaan kebersihan yang baik, potensi tersebut dinilai dapat tergerus.

Zita menilai kebersihan menjadi faktor kunci dalam menjaga daya saing pariwisata, terutama di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan.

Ia juga mendorong generasi muda, khususnya para finalis duta wisata, untuk menjadikan isu lingkungan sebagai bagian dari identitas dan misi mereka.

“Kalau ingin membawa nama daerah, harus juga membawa visi menjaga lingkungan, termasuk pantai dan laut,” tegasnya.

Pantai Semukuk dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki potensi besar namun belum banyak dikenal publik. Dengan kondisi alam yang masih relatif alami, kawasan ini disebut berpeluang menjadi destinasi unggulan baru atau “hidden gem” di Lampung Selatan.

Kegiatan ini turut melibatkan jajaran TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, serta perangkat daerah terkait sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan.

Aksi bersih pantai ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tanpa penanganan serius terhadap sampah, sektor pariwisata berisiko kehilangan daya tarik dan berdampak pada ekonomi daerah.