Lampung Kirim Mahasiswa Magang ke Taiwan

Pemprov Lampung mendorong peningkatan kualitas SDM dengan mengirim mahasiswa magang ke Taiwan, sekaligus menargetkan penguatan tenaga kerja profesional dan pengurangan TKW.

Lampung Kirim Mahasiswa Magang ke Taiwan
Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal secara resmi melepas peserta Program Magang Internasional tujuan Taiwan dari kampus Nusadaya Academy, Selasa (21/4/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja global yang terus meningkat.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa kualitas SDM menjadi faktor penentu kemajuan daerah. Ia menilai peluang kerja di luar negeri, khususnya di negara seperti Taiwan dan Jepang, harus dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi muda Lampung.

“SDM adalah kunci utama. Kita ingin anak-anak Lampung tidak hanya bekerja, tetapi menjadi tenaga profesional yang mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.

Pemprov Lampung juga menargetkan peningkatan jumlah pengiriman tenaga kerja terampil dan mahasiswa magang ke luar negeri. Kebijakan ini sekaligus diarahkan untuk menekan pengiriman tenaga kerja non-terampil atau TKW dari daerah tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah tengah memperkuat pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri global. Salah satu program yang didorong adalah kelas migran vokasi yang membekali siswa dengan kemampuan teknis, bahasa, serta pemahaman budaya kerja internasional.

Mirza menyebutkan, pada tahun ini ditargetkan sekitar 1.000 lulusan SMA/SMK dapat diberangkatkan ke luar negeri setelah melalui pelatihan intensif.

Para peserta magang yang dilepas akan menjalani program selama 18 bulan di Taiwan. Mereka diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mampu menjaga nama baik daerah dan Indonesia di kancah internasional.

Sementara itu, pihak penyelenggara dari Nusadaya Academy menyatakan program ini juga dirancang untuk mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Peserta tetap berstatus mahasiswa aktif sekaligus mendapatkan pengalaman kerja dan penghasilan selama menjalani program di luar negeri.

Program ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi lulusan SMA/SMK yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan lanjutan, sekaligus membuka jalur baru menuju tenaga kerja profesional berdaya saing global.