DPRD Pesisir Barat Desak Kemenhub Tambah Runway Bandara Taufiq Kiemas

DPRD Pesisir Barat Desak Kemenhub Tambah Runway Bandara Taufiq Kiemas
Foto: Istimewa

PESISIR BARAT-Setelah sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat (Pesibar) yang bersuara, kini giliran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat yang mendesak untuk dilakukannya penambahan runway Bandara Muhammad Taufiq Kiemas oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Wakil Ketua I DPRD Pesibar, Ripzon Efendi, ketika dikonfirmasi, Jumat (2/2/2024) mengatakan bahwa, harapan untuk segera diwujudkannya ihwal penambahan landasan pacu dengan panjang ideal untuk pesawat boeing di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas bukan tanpa alasan yang kuat. Bagaimana tidak, saat ini antusiasme masyarakat untuk menggunakan transportasi udara terus mengalami peningkatan. 

"Terlebih Pesibar adalah sebuah daerah yang kaya akan potensi, salah satunya potensi pariwisata pantai dan surfing. Dimana disetiap tahunnya jumlah turis asing maupun lokal yang masuk ke Pesibar mencapai ribuan. Dan salah satu kendala terbesar untuk memaksimalkan potensi tersebut tidak lain permasalahan akses menuju Pesibar jika ditempuh melalui perjalanan darat dari Bandar Lampung membutuhkan waktu enam hingga tujuh jam," ujar Ripzon.

Artinya, lanjut Ripzon, jika panjang runway dapat dilakukan penambahan hingga 2.100 Meter, dan pesawat jenis boeing dapat melakukan aktivitas penerbangannya di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas diyakini berimbas terhadap melesatnya jumlah turis asing maupun lokal yang masuk ke Pesibar, serta minat masyarakat umumnya untuk menggunakan transportasi udara juga akan meningkat. "Karena memang selama ini masyarakat cukup tertarik untuk menggunakan transportasi udara, hanya saja acapkali masyarakat mengurungkan niatnya disebabkan karena tidak nyaman dan khawatir dengan ukuran pesawat yang terbang di bandara tersebut adalah pesawat yang kecil dengan kapasitas penumpang yang sangat sedikit, serta jadwal terbang yang sangat minim," ungkapnya.

"Itu tidak hanya masyarakat Pesibar, bahkan ada banyak masyarakat yang berasal dari kabupaten tetangga seperti Lampung Barat (Lambar), Kaur Provinsi Bengkulu, dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yang sebenarnya sangat tertarik menggunakan transportasi udara melalui Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, tapi takut karena pesawatnya kecil," imbuhnya.

Karenanya Ripzon berharap agar Kemenhub dapat memberikan perhatian khususnya terhadap upaya memaksimalkan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas. "Dengan ketersediaan berbagai potensinya yang terkandung, ketika pesawat boeing bisa beraktivitas di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas dapat berdampak terhadap kemajuan Pesibar yang menjadi pusat perekonomian," pungkasnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III, Aris Ikhwanda. Menurut Aris, jika runway Bandara Muhammad Taufiq Kiemas dapat diperpanjang hingga ukuran ideal untuk pesawat boeing, pihaknya meyakini mampu menjadi pengungkit terhadap Pesibar untuk dapat mengalami kemajuan dengan pesat.

"Dari sektor pariwisata, Pesibar saat ini sudah dilirik dunia. Jumlah turis asing yang melancong ke Pesibar untuk bermain surfing di Pesibar yang jumlahnya mencapai belasan ribu sudah cukup menjadi bukti," ucap Aris yang beken dengan sapaan Dang Mex itu.

Belum lagi potensi hasil bumi yang dimiliki Pesibar, Ia menegaskan bahwa berbagai komoditi yang dihasilkan Pesibar seperti getah damar mata kucing, kopi, lada, dan cengkeh yang sudah sejak lama melegenda dan diekspor ke berbagai negara di belahan dunia. "Artinya, jika pesawat dengan ukuran besar dan bisa mengangkut berbagai komoditi hasil bumi bisa melakukan penerbangan di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, dibarengi dengan ketersediaan rute yang maksimal jelas akan membuat investor jauh lebih banyak masuk dan menanamkan modalnya di Pesibar," tegasnya.

Dang Mex juga memaparkan potensi dibidang kelautan yang dimiliki Pesibar, dimana wilayah perairan Pesibar yang cukup luas dengan berbatasan langsung ke Samudera Hindia, membuat hasil perikanan tangkap di Pesibar terbilang melimpah ruah serta berkualitas sangat baik. "Terlebih dengan adanya wacana pemerintah ihwal pengelolaan, jelas ini akan berpengaruh dengan tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan se-Pesibar," pungkas Dang Mex.

Dang Mex menandaskan jika melihat dari berbagai potensi yang dimiliki Pesibar, Ia menilai seharusnya tidak ada alasan bagi pemerintah pusat untuk tidak mengembangkan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas secara maksimal. "Pesibar bisa menjadi pusat perekonomian dari beberapa daerah di Provinsi Lampung, dan luar Lampung seperti Kaur dan OKU Selatan," tukas Dang Mex.