Itera Jadi Lokasi Pengamatan Hilal 1 Syawal 1444 H
BANDARLAMPUNG - Kampus
Institut Teknologi Sumatera (Itera) kembali menjadi salah satu titik pengamatan
hilal nasional.
Pengamatan Hilal akan dilakukan guna menetapkan 1 Syawal
1444 Hijriah sebagai penanda Hari Raya Idulfitri.
Pengamatan hilal di Kampus Itera merupakan kerjasama Itera
melalui Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) dan Kementerian
Agama Wilayah Lampung.
Kepala Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung Dr.
Moedji Raharto, dalam keterangan tertulis menyampaikan pengamatan Hilal 1 Syawal
1444 Hijriah akan dilaksanakan Kamis, 20 April 2023, atau 29 Ramadan 1444 H.
Pengamatan akan dipusatkan di Kompleks Teleskop Pengamat Bulan (OZT-ALTS) Taman
Alat MKG Itera.
Pengamatan akan menggunakan teleskop OZT-ALTS Pengamatan di
OZT-ALTS akan dilakukan oleh tim OAIL menggunakan Teleskop Robotik OZT ALTS
yaitu refraktor triplet apokromat dengan diameter 152 mm dengan panjang fokus
1200 mm, dengan menggunakan dua kamera yaitu Visual (RGB) : Canon 5D Mark II,
dan Inframerah (Monokrom) : Allied Vision
Manta G031-B.
Selain itu OAIL juga menyediakan dua teleskop portabel untuk
digunakan oleh peserta pengamatan hilal. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti
pengamatan hilal secara langsung bisa langsung bergabung di Taman Alat MKG Itera.
“OAIL ITERA telah melaksanakan pengamatan hilal sejak tahun
2017. OAIL menjadi salah satu pusat pengamatan hilal di Indonesia dan selalu
berkomitmen untuk tetap melayani permintaan masyarakat mengenai adanya
pengamatan hilal di Itera,†ujar Moedji.
Berdasarkan data-data tersebut di atas, ketinggian dan
elongasi Bulan masih dibawah kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam,
Indonesia, Malaysia, Singapura (MABIMS) yang menetapkan kriteria ketinggian
Bulan 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Dari kondisi tersebut kemungkinan hilal
tidak terlihat pada pengamatan hilal 20 April 2023
Dr. Moedji menyebut, dari perhitungan yang dilakukan,
ketinggian Bulan pada saat Matahari tenggelam sebesar +01°:09?:15? dan azimut Bulan sebesar +282°:59?:35? dengan beda azimut +01°:32?:10? dari lokasi Matahari
terbenam, dengan elongasi sebesar +02°:44?:47?. Fraksi iluminasi Bulan
sekitar 0,06 % dengan usia anak Bulan 7 jam 38 menit.
Berdasarkan data-data tersebut di atas, ketinggian dan
elongasi Bulan masih dibawah kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam,
Indonesia, Malaysia, Singapura (MABIMS) yang menetapkan kriteria ketinggian
Bulan 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Dari kondisi tersebut kemungkinan hilal tidak terlihat pada
pengamatan hilal 20 April 2023 dan awal Syawal 1444 H bertepatan pada hari
Sabtu tanggal 22 April 2023. Sehingga Dr. Moedji mengatakan, kemungkinan Tarawih berakhir pada
21 April 2023 dan Salat Ied akan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2023.
“Meski demikian kepastian 1 Syawal 1444 tetap ditentukan
oleh sidang itsbat yang Insya Allah diselenggarakan pada hari Kamis 20 April
2023, dan mengikuti ketetapan pemerintah Republik Indonesia,†ujar Moedji.
Selain dapat ikut menyaksikan secara langsung pengamatan
Hilal Syawal 1444 Hijriah secara langsung di kampus ITERA, masyarakat juga
dapat menyaksikan melalui live streaming kanal YouTube UPT OAIL:
https://tinyurl.com/youtube-oail, dan juga akan ada live report melalui media
sosial instagram: @oail.itera.