Paguyuban Mahasiswa dan Alumni Unpad Asal Ciamis Bagikan APD

CIAMIS - Paguyuban Keluarga Mahasiswa Ciamis Unpad (KMC Padjadjaran) dan Ikatan Alumni (IKA) Unpad Cibandar (Ciamis, Banjar, Pangandaran) melakukan pembangian alat pelindung diri (APD) ke sejumlah posko siaga COVID-19 dan Puskesmas di wilayah Ciamis, Banjar dan Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (18/04).

Pantauan wartawan monologis.id di lapangan, sejumlah alumni dan mahasiswa Unpad tersebut berkumpul di halaman RSUD Kab. Ciamis Sabtu pagi sekira pukul 08.30 WIB. Selanjutnya dilakukan pembagian tim untuk melakukan penyebaran bantuan APD ke sejumlah posko dan puskesmas.

Ketua IKA Unpad Cibandar Soekiman mengungkapkan, kurang lebih 2.500 APD berupa masker kain untuk warga, masker untuk medis, sarung tangan dan baju hasmed disalurkan ke beberapa titik di wilayah CIBANDAR, seperti RSUD, Puskesmas, dan Posko COVID-19.

“APD tersebut hasil swadaya para alumni dan mahasiswa Universitas Padjadjaran asal Ciamis yang berada di Bandung, terkumpul 2.500, dan sudah kami salurkan langsung,” ujar Soekiman.

Selanjutnya Ketua KMC Padjadjaran, Muhammad Galuh mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan sebagai wujud kepedulian mahasiswa untuk memberikan apresiasi sekaligus bantuan kepada tenaga medis dan masyarakat pada umumnya.

“Tenaga medis butuh APD dan alat kesehatan, dan waktunya pas dengan kondisi sekarang, mudah-mudahan saya berharap kegiatan ini bisa bermanfaat dan bisa membantu bagi tenaga medis yang membutuhkan,” ujar Galuh.

Terakhir ia juga mengungkapkan agar warga masyarakat tatar galuh, Ciamis khususnya bisa bekerjasama dalam menekan angka penyebaran COVID-19.

“Menekan penyebaran Covid-19 tentunya bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tapi kita semua mahasisiswa, masyarakat harus bahu membahu dan bekerja sama agar penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas lagi,” lanjut Ajay, sapaanya.

Di Kabupaten Ciamis sendiri, hingga sore ini terdapat dua orang yang positif COVID-19, satu diantaranya dinyatakan sembuh. Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 20 orang dan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 1646 orang.