Ibu Muda di Tulangbawang Bobol Toko Vape

Ibu Muda di Tulangbawang Bobol Toko Vape
Foto: Istimewa

TULANGBAWANG-Seorang ibu muda berinisial SA (29) ditangkap aparat  Polsek Banjaragung dibantu Tekab 308 Presisi Polres Tulangbawang, Lampung, karena diduga membobol toko vape.

Warga Kampung Tunggalwarga, Kecamatan Banjaragung, Kabupaten Tulangbawang, itu seorang residivis kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Dia ditangkap pada  Senin (6/5/2024) malam.

“Ia ditangkap saat sedang berada di rumah orang tuanya," kata Kapolsek Banjaragung Kompol Feizal Reza Harahap mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP James H Hutajulu, Rabu (8/5/2024).

Dari tangan ibu muda tersebut, petugas menyita barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Mio warna ungu tanpa plat nomor, kunci kontak sepeda motor, baju kaos warna putih, obrok terbuat dari bambu, obeng, seperangkat alat pancing dan berbagai merek liquid vape, serta rokok elektrik.

 “Menurut keterangan korban Rizky Wahyu Dewa (29),  aksi pencurian di toko vape miliknya yang ada di Kampung Tunggalwarga terjadi pada Sabtu (30/3/2024) sekira pukul 04.00 WIB,” ungkap Kapolsek.

Pencurian tersebut pertama kali diketahui oleh saksi Yesi Widia Asmara (28), yang merupakan istri korban saat hendak membuka toko vape.

Saat tiba di toko, gembok dalam keadaan rusak dan barang yang ada di dalam etalase juga hilang dengan cara memecah kacanya. Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian yang ditaksir sebesar Rp 12,5 juta.

"Hasil dari olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengecek rekaman CCTV oleh petugas kami, pelaku akhirnya diketahui dan langsung dilakukan pencarian. Berkat keuletan dan kegigihan petugas di lapangan, akhirnya pelaku ditangkap tanpa perlawanan berikut dengan BB hasil kejahatan," jelas Kapolsek.

Kompol Harahap menambahkan, pelaku pencurian di toko vape ternyata seorang ibu muda yang merupakan residivis kasus curat, dan telah divonis oleh Pengadilan Negeri Tulangbawang selama 10 bulan penjara pada Oktober 2022.

Pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolsek Banjaragung dan dikenakan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.